Kita merasa membutuhkan barang tersebut, padahal itu hanyalah sebuah keinginan sementara dan bukan merupakan kebutuhan primer.
Maka dari itu, kita harus mengenali perbedaan kebutuhan dan keinginan agar tidak terjerumus pada sikap impulsif belanja barang-barang tidak perlu.
Kebutuhan adalah hal-hal yang bersifat penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti makan, uang transportasi, biaya listrik, dan lainnya.
Sementara keinginan merupakan sifat lebih tidak wajib dan bertujuan untuk memberikan hiburan, seperti membeli barang-barang branded, nonton film di bioskop ataupun mengoleksi terlalu banyak barang yang sama.
3. Terapkan Alokasi Keuangan
Saat ini banyak perencana keuangan yang menyarankan sejumlah rumus dalam mengatur uang bulanan.
Rumus tersebut digunakan sebagai langkah dasar dalam melakukan alokasi keuangan, terutama bagi gaji bulanan agar dapat dihabiskan sesuai kebutuhannya.
Adapun rumus pembagian yang paling populer yaitu:
- 50/30/20, artinya 50% gaji untuk kebutuhan pokok, 30% memenuhi gaya hidup dan 20% digunakan untuk mencapai tujuan seperti menabung atau investasi.
Baca Juga: Chinese Boyband WayV Berkunjung ke Indonesia, Ini Kegiatan yang Akan Mereka Lakukan
- 40/30/20/10, artinya 40% dialokasikan untuk kebutuhan hidup, 30% membayar cicilan (jika ada), 20% investasi, dan 10% untuk amal.
- 80/20, artinya 20% gaji untuk alokasi tabungan atau investasi, 80% digunakan untuk kebutuhan apapun, termasuk hal-hal konsumtif.
4. Membagi Alokasi Keuangan Saat Gaji Masuk
Ketika kamu telah memiliki alokasi keuangan dan anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan, segera langsung pisahkan ketika gajian telah tiba.
Prioritaskan juga anggaran untuk menabung di awal bulan agar membuat kamu lebih disiplin menyisihkan uang.
5. Hindari Program Kredit