Profil Stadion Kanjuruhan, Lokasi Kerusuhan Antar Suporter yang Mengakibatkan Ratusan Orang Tewas

Indotnesia

Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:04 WIB
Profil Stadion Kanjuruhan, Lokasi Kerusuhan Antar Suporter yang Mengakibatkan Ratusan Orang Tewas
Stadion Kanjuruhan ramai jadi perbincangan setelah adanya kerusuhan antar suporter yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022). (Wikimedia Commons/Nur Cholis)

Indotnesia - Ratusan suporter yang hadir dalam babak pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Kekalahan klub sepak bola Singo Edan terhadap Bajul Ijo, 2-3 di Liga 1 2022/2023 memicu kekesalan suporter Arema yang kemudian merangsek lapangan hingga bentrok dengan polisi.

Akibatnya, 126 orang meninggal dunia, selain suporter terdapat juga korban dari anggota polisi. Selain itu, kerusuhan juga membuat dua mobil polisi rusak dan barang-barang di dalam stadion terbakar.

Peristiwa berdarah itu lantas jadi perbincangan publik hingga tagar Kanjuruhan jadi trending topik di Twitter dengan 63 ribu cuitan.

Lalu, apa itu Stadion Kanjuruhan dan berapa kapasitas penonton yang tersedia?

Profil Stadion Kanjuruhan

Diketahui, Stadion Kanjuruhan merupakan kandang klub sepak bola Malang Arema FC yang terletak di Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

Stadion ini mulai dibangun pada 1997 dan dibuka untuk publik pada 9 Juni 2004 yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri bersamaan dengan pertandingan kompetisi Divisi Satu Liga Pertamina antara Arema FC dan PSS Sleman.

Sejak awal dibuka, Stadion Kanjuruhan telah digunakan oleh Arema FC dan pada 2019 juga mulai dipakai Arema Putri hingga sekarang.

Menghabiskan dana pembangunan sebesar Rp35 miliar, stadion ini memiliki kapasitas 46.000 tempat duduk dan 1.000 penonton berdiri.

Pada tahun 2010, renovasi dilakukan untuk memenuhi syarat dalam mengikuti Liga Champions AFC 2011 dengan menambah daya pada pencahayaan.

Adapun insiden yang terjadi antar suporter Arema FC dan Persebaya dalam pertandingan Derbi Super Jawa Timur merupakan kerusuhan pertama kali yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Peristiwa tersebut juga lantas membuat sejumlah warganet mengucapkan duka cita atas meninggalnya ratusan orang dalam tragedi besar itu.

"innalillahi, 126 isn’t just numbers. this is so painful and devastating. may all the soul rest in peace," tulis akun @lalavienrose__.

"Innalillahi..kerusuhan bola sampai ratusan orang meninggal itu gimana ceritanya?" tulis akun @madmadahmad.

Bahkan, lewat akun Twitter resmi klub sepak bola Persebaya Surabaya, mereka juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi itu.

"Keluarga besar Persebaya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya. Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola," tulisnya.

"Alfatihah untuk para korban Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," lanjut an milik klub Bajul Ijo itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rincian Jumlah Korban Meninggal Hingga Kerusakan Fasilitas karena Kericuhan usai Arema vs Persebaya di Kanjuruhan

Rincian Jumlah Korban Meninggal Hingga Kerusakan Fasilitas karena Kericuhan usai Arema vs Persebaya di Kanjuruhan

Bola | Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:03 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:36 WIB

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Kalbar | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:20 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Jakarta | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:06 WIB

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:00 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB