Waspadai Gejala Kekurangan Hormon Tiroid pada Bayi Baru Lahir, Ini Cara Pengobatannya

Indotnesia

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 15:52 WIB
Waspadai Gejala Kekurangan Hormon Tiroid pada Bayi Baru Lahir, Ini Cara Pengobatannya
Kekurangan hormon tiroid pada bayi baru lahir dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan kognitif. (Pexels/Lisa Fotios)

Indotnesia - Kementerian Kesehatan mengimbau pelaksanaan pemeriksaan skrining pada bayi baru lahir yang kekurangan hormon tiroid atau hipotiroid kongenital.

Melansir situs resmi Kemenkes, Sabtu (8/10/2022), kekurangan hormon tiroid tersebut dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan gangguan kognitif.

Pada prevalensi global, sebanyak ada 1 dari 3.000 bayi yang mengalami hipotiroid kongenital. Di Indonesia, 1.500 dari 4,4 juta yang lahir diperkirakan mengalami hipotiroid kongenital.

Seperti diketahui, hormon tiroid penting untuk perkembangan dan pertumbuhan otak bayi. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, bayi akan tumbuh dan menjalani kehidupan normal serta sehat.

Gejala yang dapat diobservasi pada saat bayi umur 1 bulan antara lain tubuh pendek, lunglai, kurang aktif, lidah besar, bayi kuning, mudah tersedak, suara serak, konstipasi, minum sedikit, dan ubun-ubun melebar.

Mengutip Healthy Children, hipotiroid kongenital paling sering terjadi karena kelenjar tiroid tidak berkembang dengan baik, hilang, terlalu kecil, atau berada di bagian leher yang salah.

Tak jarang, meski kelenjar terbentuk dengan baik tapi tidak menghasilkan hormon dengan cara yang semestinya. Tiroid juga  terkadang kehilangan sinyal dari kelenjar hipofisis, yang memerintahkan untuk memproduksi hormon tiroid.

Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes dr. Ni Made Diah PLD, MKM mengatakan skrining hipotiroid kongenital dapat dilakukan pada bayi baru lahir.

''Dengan skrining, diharapkan bayi yang menderita hipotiroid kongenital dapat diberikan tatalaksana dengan segera sehingga dapat terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif,'' ujarnya.

baca juga

Pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital menggunakan sampel darah tumit pada bayi usia 48 jam sampai 72 jam yang diambil oleh tenaga kesehatan. Dia mengatakan semua bayi baru lahir berhak mendapatkan pemeriksaan tersebut melalui pelayanan di puskesmas hingga rumah sakit. 

Pemeriksaan sampel darah dilakukan melalui laboratorium yang ditunjuk oleh Kemenkes, yakni  RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Sardjito, dan RSUD dr. Soetomo.

Masing-masing laboratorium mencakup regionalisasi sebagai berikut:

1. Laboratorium RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, mengampu wilayah DKI Jakarta, Banten, Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Sulawesi Utara, Papua Barat, dan sebagian Jawa Barat (Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi).

2. Laboratorium RSUP Dr. Hasan Sadikin, mengampu wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Jawa Barat.

3. Laboratorium RSUP Dr. Sardjito, mengampu wilayah DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah.

4. Laboratorium RSUD Dr. Soetomo, mengampu wilayah Jawa Timur.

Jika pada pemeriksaan skrining ditemukan hipotiroid kongenital pada bayi, maka dilakukan pengobatan segera dalam periode emas (kurang dari 1 bulan). 

Pengobatan yang dimulai tepat waktu akan membuat penderita hipotiroid kongenital dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Biasanya dokter akan memberikan obat hormon tiroid dalam bentuk pil yang disebut levothyroxine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi Langka, Kemenkes Jamin Kesediaan 250 Ribu Vaksin Meningitis

Lagi Langka, Kemenkes Jamin Kesediaan 250 Ribu Vaksin Meningitis

Indotnesia | Jum'at, 30 September 2022 | 12:07 WIB

Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Indotnesia | Sabtu, 24 September 2022 | 13:55 WIB

Studi: Bayi dalam Kandungan Dapat Merasakan Makanan yang Dikonsumsi Ibunya

Studi: Bayi dalam Kandungan Dapat Merasakan Makanan yang Dikonsumsi Ibunya

Indotnesia | Jum'at, 23 September 2022 | 10:23 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×