Indotnesia - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem di sejumlah provinsi di Indonesia mulai 9-15 Oktober. Berdasarkan analisis, hingga sepekan ke depan akan ada potensi curah hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
“Sepekan ke depan mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Babel, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kaltim, Kalut, Kalteng, Kalsel, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulbar, Sulsel, Sulteng, Maluku utara, maluku barat, dan Papua. ini relatif masih merata hampir di seluruh Indonesia dengan kategori waspada," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari Antara.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan bencana alam yang mungkin disertainya. Apalagi di beberapa daerah tengah dilanda banjir hingga ada yang menyebabkan korban jiwa.
Di tengah kondisi seperti ini, masyarakat dituntut untuk selalu siap siaga jika terjadi suatu bencana yang tidak terprediksi di antaranya, dengan menyiapkan tas siaga bencana (TSB).
Melansir laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tas Siaga Bencana (TSB) merupakan tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lain.
Tujuan menyiapkan TSB sebagai persiapan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang dan memudahkan kita saat evakuasi menuju tempat aman.
Lalu, apa saja yang isi tas siaga bencana?
1. Surat-surat penting. Misalnya surat tanah, surat kendaraan, ijasah, akte kelahiran, dsb.
2. Pakaian untuk 3 hari. Misalnya pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan, dsb.
3. Makanan ringan tahan lama. Misalnya mie instant, biskuit, abon, coklat, dsb.
4. Air minum. Misalnya siapkan setidaknya bisa untuk mendukung kebutuhan selama kurang lebih 3 hari.
5. Kotak obat-obatan atau P3K. Misalnya obat-obatan pribadi dan obat-obatan umum lainnya.
6. Radio atau ponsel beserta baterai atau charger atau powerbank untuk memantau informasi terkini terkait bencana.
7. Alat bantu penerangan. Misalnya senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin, dsb.
8. Uang. Siapkan uang cash secukupnya untuk perbekalan selama kurang lebih 3 hari.