Mengenal Superbug dan Gejalanya, Infeksi Kuman Kebal Antibiotik

Indotnesia

Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:03 WIB
Mengenal Superbug dan Gejalanya, Infeksi Kuman Kebal Antibiotik
Superbug atau kuman super yang kebal antibiotik. (Freepik)

Indotnesia - Kemunculan wabah baru menggegerkan masyarakat di India karena menyerah sebagian warganya. Wabah itu disebut kebal terhadap antibiotik dan yang dikenal dengan superbug.

Mansir BBC, kasus itu pertama kali teridentifikasi di rumah sakit Kasturba, Maharashtra, India Barat. Beberapa pasien di sana mengalami resistensi antibiotik atau kebal terhadap antibiotik.

Lalu, apa itu sebenarnya superbug?

Melansir Mayoclinic, superbugs adalah strain bakteri, virus, parasit atau jamur yang resisten terhadap sebagian besar antibiotik dan obat lain yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkannya.

Resistensi obat (resistensi antimikroba) adalah fenomena alami yang dapat diperlambat, tetapi tidak dihentikan. Karena seiring waktu kuman seperti bakteri, virus, parasit dan jamur mampu beradaptasi dengan obat yang dirancang untuk membunuh mereka dan berubah menjadi kebal terhadap mereka.

Akibatnya, pengobatan standar sebelumnya dilakukan untuk mengatasi beberapa infeksi menjadi kurang efektif bahkan terkadang menjadi tidak efektif.

Superbug termasuk bakteri resisten yang dapat menyebabkan pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit. Hingga kini para peneliti terus mengevaluasi bagaimana kuman ini mengembangkan resistensi. Mereka juga mempelajari cara mendiagnosis, mengobati, dan mencegah resistensi antimikroba.

Gejala Superbug

Melansir Healthline, bagi sebagian orang, terinfeksi superbug tidak menimbulkan gejala sama sekali. Ketika orang sehat membawa kuman tanpa gejala, mereka dapat menginfeksi orang yang rentan tanpa menyadarinya.

baca juga

Namun, superbug juga bisa menunjukkan gejala yang sangat bervariasi tergantung pada organisme mana yang menyerang. Beberapa gejala umum di antaranya, demam, kelelahan, diare, batuk, hingga pegal-pegal.

Gejala-gejala tersebut memang mirip dengan gejala infeksi penyakit lainnya. Perbedaannya adalah gejala superbug membuat penderita tidak bisa merespon antibiotik atau obat anti jamur.

Mengutip Mayo Clinic, beberapa kebiasaan dapat meningkatkan kemunculan dan penyebaran kuman antibiotik.

1. Menggunakan atau menyalahgunakan antibiotik

2. Memiliki praktik pencegahan dan pengendalian infeksi yang buruk

3. Hidup atau bekerja dalam kondisi yang tidak bersih

4. Salah menangani makanan

Sementara hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terinfeksi superbug.

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

2. Tangani makanan dengan benar, seperti memisahkan makanan mentah dan matang, memasak makanan hingga matang, dan menggunakan air bersih.

3. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

4. Pastikan vaksinasi Anda mutakhir.

Demikian pengertian apa itu superbug atau infeksi kuman super yang kebal terhadap antibiotik. Hindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan lakukan pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Manfaat Lari Marathon Bagi Kesehatan Tubuh, Kalian Tahu Salah Satunya?

3 Manfaat Lari Marathon Bagi Kesehatan Tubuh, Kalian Tahu Salah Satunya?

Purwasuka | Minggu, 16 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Apa itu Fobia, Gejala, dan Tips Cara Mengatasinya

Apa itu Fobia, Gejala, dan Tips Cara Mengatasinya

Indotnesia | Minggu, 16 Oktober 2022 | 12:38 WIB

Apakah Diet Mediterania Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan? Simak Ulasannya

Apakah Diet Mediterania Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan? Simak Ulasannya

Your Say | Minggu, 16 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×