indotnesia

LAppel du Vide, Alasan Kenapa Muncul Dorongan Melompat saat Berada di Ketinggian

Indotnesia Suara.Com
Senin, 17 Oktober 2022 | 13:46 WIB
LAppel du Vide, Alasan Kenapa Muncul Dorongan Melompat saat Berada di Ketinggian
Kerap muncul dorongan untuk melompat saat berada di ketinggian merupakan fenomena yang disebut L'Appel du Vide. (StockSnap/Pixabay)

Indotnesia - Pernahkah kamu sedang berdiri di atas jembatan, tebing tinggi, atau berada di rooftop gedung tinggi, tiba-tiba muncul dorongan untuk melompat? Padahal, saat itu kamu sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Menjawab pertanyaan ini, para pakar menjelaskan tentang fenomena L'Appel du Vide, sebuah istilah dalam bahasa Perancis yang diartikan sebagai panggilan kehampaan.

Melansir Science ABC, dorongan untuk melompat dari tempat yang tinggi ternyata muncul dari distorsi persepsi kita. Lalu, apakah keinginan tersebut merupakan normal?

Mengutip Healthline, jawabannya adalah 'ya'. Panggilan kehampaan tersebut dikenal sebagai High Place Phenomenon (HPP), karena orang kerap merasakannya ketika berdiri di ketinggian.

Dalam sebuah penelitian pada 2012 terhadap 431 mahasiswa S1 oleh Psikolog Klinis di University of Notre Dame, Jennifer Hames, menemukan beberapa hal, yakni:

  • Lebih dari setengah yang tidak ada keinginan bunuh diri pernah mengalami HPP, baik membayangkan melompat dari ketinggian atau keinginan untuk melompat
  • Tiga perempat dari mereka yang sebelumnya pernah ingin bunuh diri ternyata mengalami HPP
  • Orang yang sensitif dengan gejala kecemasan tapi lebih sedikit berpikiran untuk bunuh diri kemungkinan mengalami HPP

Terus, apa dong penyebabnya? Sejauh ini, belum ada kepastiannya. Tapi wawancara terhadap 431 mahasiswa itu menyimpulkan HPP kemungkinan terkait dengan "kabel" otak.

Hames menggambarkan dorongan untuk melompat tersebut karena otak salah menafsirkan sinyal alarm dari pusat keamanan otak karena keterlambatan dalam memproses informasi.

Pusat keamanan otak itu disebut amigdala, yang juga berfungsi untuk mendeteksi potensi ancaman di lingkungan. Amigdala bekerja dengan cepat dan mengirimkan sinyal alarm ke korteks ketika mendeteksi potensi ancaman.

Korteks memproses informasi dengan relatif lambat dan mengenali sinyal tapi tidak yakin penyebabnya. Lalu, apakah buruk ketika muncul dorongan melompat?

Baca Juga: Sebut Kriteria Wanita Idaman di Kolom Komentar Isyana Sarasvati, Siapa Saja Mantan Pacar El Rumi?

Tentu saja tidak. Manusia memiliki naluri bertahan hidup yang memaksa kita untuk mundur ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, HPP bisa sangat mirip dengan keinginan bunuh diri.

Jika kamu memiliki keinginan untuk bunuh diri, hubungi seorang profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI