Dipakai wanita Indonesia abad ke-15 atau ke-16
Kebaya dikaitkan dengan jenis blus yang dikenakan oleh wanita Indonesia pada abad ke-15 atau ke-16. Dulunya, pakaian ini dianggap khusus karena hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan, bangsawan, dan priyayi.
Lambat laun, kebaya mulai diadopsi oleh masyarakat umum. Para petani wanita di Jawa menggunakan kebaya untuk pakaian sehari-hari, khususnya oleh wanita tua.
Menurut catatan Thomas Stamford Raffles, kebaya terbuat dari kain sutra, brokat atau beludru, dengan pembukaan pusat dari blus diikat oleh bros, bukan tombol dan tombol-lubang di atas batang tubuh bungkus kemben.
Hingga saat ini kebaya masih terus digunakan sebagai pakaian resmi pada acara-acara tertentu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sementara bahan dan modelnya berbeda-beda mengikuti perkembangan dunia pakaian.