Indotnesia - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah memasang barcode pada sekitar 1.500 pohon hingga Senin (21/11/2022).
Pemasangan barcode pada sejumlah pohon di Kota Depok tersebut menarik perhatian warganet hingga banyak yang mempertanyakan fungsinya, karena anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp49 juta.
Di Twitter, sejumlah warganet mempertanyakan fungsi barcode pada pohon yang ada di Depok.
“fungsi barcode dipohon untuk apa. biar tupai kaga salah pohon apa gimana?,” tulis akun @koraymanson_13.
“Buat apa pohon dipasangin barcode maliiiiiiiihhh? Ga ada juga warga yang bakalan nebang pohon di fasilitas umum,” ungkap akun @KucingNanase.
“Lantas kalau ada barcode , apa gunanya buat masyarakat. ?? Apa sekitar pohon itu ada CCTV ? Lantas kalau anda terekam cctv , DIDENDA, dengan bukti anda menghamilkan pohon itu ?” tulis akun @armijn_firman.
Ada pula warganet lainnya yang menyebut, jika di Malaysia pemasangan tersebut berfungsi agar masyarakat tidak sembarangan menebang pohon.
“Kalau kita lihat di Malaysia sudah ada sejak dulu, setiap pohon di tempat2 umum itu milik negara dan dipasang Barcode, untuk menebang pohon gak bisa sembarangan. Bahkan nebang pohon di pekarangan sendiri saja gak bisa semaunya harus izin,” jelas akun @Mefindo.
Menanggapi pro-kontra masyarakat terkait pemasangan barcode pada sejumlah pohon di Kota Depok, DLHK Depok selaku penanggung jawab buka suara.
Baca Juga: Mengenal Marga Sidabutar yang Resmi Disandang Erick Thohir
Lewat akun Instagram resmi @pemkotdepok, instansi pemerintah itu menyebut bahwa pemasangan barcode berfungsi guna pendataan jumlah pohon yang ada di Kota Depok.
Selain itu, pemasangan barcode yang telah dilakukan pada 1.500 pohon di Jalan Margonda dan Jalan Juanda itu juga berfungsi untuk menjadi wadah edukasi bagi masyarakat.
“Jika masyarakat scan barcode ini akan ada informasi di antaranya nama pohon, nama ilmiah, umur maksimal pohon, tinggi maksimal, daya serap CO2, lokasi pohon dan kode pohon untuk pendataan,” tulis penjelasan dalam akun Instagram @pemkotdepok.