- Seorang pedagang di Danau Duta Harapan, Bekasi Utara, mengancam Wali Kota saat giat K3 pada Minggu pagi.
- Pria bernama Barmizon (60) emosi dan mengacungkan senjata tajam karena lapaknya yang memakan bahu jalan ditertibkan.
- Pelaku berhasil diamankan petugas dan akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakannya di kantor polisi.
Suara.com - Aksi koboi seorang pedagang kaki lima di kawasan Danau Duta Harapan, Bekasi Utara, berakhir di kantor polisi. Pria yang sempat beringas mengacungkan senjata tajam ke arah Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan jajaran Forkopimda itu kini tertunduk lesu menyampaikan permohonan maaf.
Insiden mencekam ini terjadi pada Minggu (8/2/2026) pagi, saat Pemerintah Kota Bekasi tengah melaksanakan giat kebersihan dan penertiban (K3).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, bersama unsur Kecamatan, Lurah, TNI, dan Polri, menyisir area Jalan Lingkar Utara hingga Danau Duta Harapan.
Dalam video terlihat, suasana yang semula kondusif mendadak tegang ketika petugas hendak menertibkan sebuah lapak pedagang yang kedapatan memakan bahu jalan.
Tak terima lapaknya diusik, pria berbaju merah yang diketahui sebagai pemilik warung es kelapa tersebut tersulut emosi.
Dalam rekaman video yang salah satunya diunggah akun Instagram @infobekasiutara.id, terdengar pria tersebut berteriak kasar dan mengeluarkan senjata tajam.
Tanpa ragu, ia mengacungkan sajam tersebut ke arah rombongan pejabat, termasuk di hadapan Wali Kota Bekasi yang berada di lokasi.
"Waduh! Wali Kota Bekasi diancam sajam saat lakukan giat K3," tulis keterangan dalam video yang viral di media sosial tersebut.
Beruntung, kesiapsiagaan petugas kepolisian di lapangan berhasil meredam emosi pelaku sebelum jatuh korban jiwa.
Baca Juga: Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
Minta Maaf
Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengamankan pria tersebut. Setelah dibawa ke Polsek Bekasi Utara, nyali sang pedagang yang sebelumnya meledak-ledak tampak menciut.
Pria yang belakangan diketahui bernama Barmizon (60) itu menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka kepada jajaran pimpinan Kota Bekasi.
"Saya memohon maaf kepada Bapak Kapolres, Bapak Wali Kota, Bapak Dandim dan jajarannya, atas kejadian tadi pagi di warung es kelapa saya," ujar pelaku dengan nada suara rendah.
Ia mengakui bahwa aksi nekatnya tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan emosi sesaat ketika melihat spanduk warungnya ditertibkan oleh petugas.
"Mohon dimaafkan, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," katanya.