Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen

Indotnesia

Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen
Yogyakarta menjadi pembahasan warganet dan menjadi trending topic pada Kamis (1/12/2022). (Indotnesia/Eko Junianto)

Indotnesia - Jogja mendadak menjadi trending topic di Twitter pada Kamis (1/12/2022). Warganet memuji kehidupan santai di Yogyakarta, yang jauh berbeda dengan Jakarta. 

Di sisi lain, cuitan seorang netizen menyebut apabila tinggal di Jogja selama 10 tahun sebagai pengangguran, seseorang itu tidak sadar jika tidak melakukan apapun untuk hidup.

"Di Jogja, kamu bisa hidup walau pengangguran sampai 10 tahun kemudian baru sadar kalo kamu gak ngapa-ngapain ke hidupmu sendiri dan menyebutnya nrimo ing pandum sebagai tameng sakti," tulis akun @ogiklo.

Kota yang nyaman membuat perkembangan sumber daya manusia disebut stabil-stabil saja. Akun itu menyebut tinggal di Jogja dalam kondisi menganggur bukanlah hal sulit karena selalu mendapat bantuan logistik dan dukungan mental.

Jika mengkritik Jogja pun, ujung-ujungnya akan terlontar pernyataan "silakan keluar" atau "KTP ngendi bos?" atau "KTP mana bos"?. 

"Jangan salahkan siapapun kalau Jogja terasa gitu-gitu aja," lanjutnya.

Menyinggung soal nrimo ing pandum, falsafah ini pernah dibahas dalam Jurnal Pancasila berjudul Nrimo Ing Pandum dan Etos Kerja Orang Jawa: Tinjauan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa oleh Silvia Maudy Rakhmawati dari Universitas Gadjah Mada. Dia menilai terdapat miskonsepsi dalam memaknai istilah tersebut.

Dalam Bahasa Jawa, nrimo berarti menerima. Sementara pandum artinya pemberian. Secara harfiah, nrimo ing pandum adalah menerima segala bentuk pemberian atau ikhlas.

Selama ini, nrimo ing pandum kerap dimaknai sebagai sikap menerima segala sesuatu yang diajarkan dan dianggap menjadi faktor penyebab pudarnya motivasi untuk bekerja serta mematikan produktivitas. 

baca juga

Padahal jika ditelisik lebih jauh, Silvia menyebutkan istilah nrimo ing pandum yang terdapat dalam wejangan pada dasarnya diikuti oleh kalimat makaryo ing nyoto, yang berarti bekerja secara nyata. 

Dengan demikian, sebelum nrimo ing pandum diterapkan, kita harus ada usaha yang dilakukan terlebih dahulu. Sikap berserah diri mengikuti setelahnya.

Mengutip buku A Iswandi berjudul Tinjauan Kesehatan Mental Psikoanalisis Terhadap Sikap Nrimo dalam Novel Nenek Hebat dari Saga Karya Yoshichi Shimada, sikap nrimo bukan merupakan sikap yang pasif dengan menerima apa adanya, melainkan sebuah sikap untuk bertahan hidup dengan menerima dan menyadari kondisi diri.

Silvia menyimpulkan, nrimo merupakan jalan terakhir dari sebuah kerja keras. Setelah  segala bentuk usaha dikerahkan, nrimo ng pandum dapat dilaksanakan.

Kaitannya dengan etos kerja masyarakat Jawa, nrimo ing pandum menjadi upaya paripurna yang bisa dilakukan manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sah! UMP DIY Naik Mulai Januari 2023, Berapa Nominalnya?

Sah! UMP DIY Naik Mulai Januari 2023, Berapa Nominalnya?

Indotnesia | Senin, 28 November 2022 | 15:51 WIB

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Apa Agenda Utamanya?

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Apa Agenda Utamanya?

Indotnesia | Sabtu, 26 November 2022 | 16:37 WIB

Lebih Sedikit dari Jogja, Berapa Jumlah Penduduk Qatar?

Lebih Sedikit dari Jogja, Berapa Jumlah Penduduk Qatar?

Indotnesia | Rabu, 23 November 2022 | 17:01 WIB

Terkini

Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih

Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih

Riau | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:02 WIB

Menerka Lawan Argentina di Fase Knock Out: Messi Cs Lawan Uruguay atau Spanyol?

Menerka Lawan Argentina di Fase Knock Out: Messi Cs Lawan Uruguay atau Spanyol?

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:00 WIB

House of the Dragon Season 2: Ambisi Berdarah Para Penguasa yang Memanas!

House of the Dragon Season 2: Ambisi Berdarah Para Penguasa yang Memanas!

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terpopuler: 5 Motor Bekas Anti Culun untuk Pelajar, Fitur Andalan Honda Super-N

Terpopuler: 5 Motor Bekas Anti Culun untuk Pelajar, Fitur Andalan Honda Super-N

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: Pilihan Kulkas yang Dingin saat Mati Listrik, Cushion Wardah untuk Kulit Kering

Terpopuler: Pilihan Kulkas yang Dingin saat Mati Listrik, Cushion Wardah untuk Kulit Kering

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:45 WIB

Terpopuler: 4 Portable Power Station untuk Hadapi Mati Listrik, HP Xiaomi yang Terbukti Laris

Terpopuler: 4 Portable Power Station untuk Hadapi Mati Listrik, HP Xiaomi yang Terbukti Laris

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:35 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak

Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:21 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB