Sejarah Singkat Pohon Natal, Tradisi "Pohon Surga" dari Jerman yang Mendunia

Indotnesia | Suara.com

Minggu, 04 Desember 2022 | 12:02 WIB
Sejarah Singkat Pohon Natal, Tradisi "Pohon Surga" dari Jerman yang Mendunia
Pohon Natal menjadi tradisi yang tak pernah ketinggalan dalam perayaan Natal. (Pexels/Nastya Sensei)

Indotnesia - Jagat media sosial tengah ramai dengan viralnya pohon-pohon Natal yang menghiasi Kota Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Pada malam hari, berbagai hiasan pohon Natal dengan lampu gemerlap dan lampion memperindah kota yang dipimpin oleh Walikota Gibran Rakabuming Raka itu.

Pohon Natal kini sudah bermacam-macam bentuknya. Namun awalnya, pohon Natal berasal dari pohon cemara. Sebuah tradisi yang berasal dari Jerman ini sekarang meluas ke seluruh dunia dan tak pernah ketinggalan dalam perayaan Natal.

Lalu, bagaimana sejarah Pohon Natal? Semua berawal dari musim dingin di Eropa, ketika ada sejumlah pohon dan tanaman yang tetap hijau meski ada salju. Orang kuno dulu menggantungkan dahan hijau di pintu dan jendela.

Mereka yakin pohon pinus, cemara, dan sejenisnya akan menjauhkan penyihir, hantu, roh jahat, dan penyakit. Melansir Britannica, pohon cemara dan hiasan dahan itu juga melambangkan kehidupan abadi di sejumlah kebudayaan, seperti Mesir Kuno, China, dan Ibrani.

Pohon Natal modern yang kita kenal sekarang berasal dari Jerman. Bermula dari drama abad pertengahan populer tentang Adam dan Hawa yang menggunakan pohon cemara sebagai properti.

"Pohon surga" itu digantungkan dengan buah apel. Kemudian seiring berjalannya waktu, orang Jerman memasang pohon tersebut di rumah-rumah mereka setiap 24 Desember, untuk merayakan hari raya Adam dan Hawa.

Mereka menggantungkan wafer di atas pohon untuk melambangkan hosti ekaristi, roti tanpa ragi sebagai simbol tubuh dan darah Kristus dalam sakramen ekaristi.

Kemudian, wafer diganti dengan kue berbagai bentuk. Ada juga lilin yang merupakan simbol Yesus Kristus sebagai Cahaya Dunia. Selain pohon dengan hiasan, di ruangan yang sama biasanya terdapat "piramida Natal" yang berasal dari kayu yang dibentuk rak untuk menempatkan patung-patung.

Hiasan pohon Natal semakin beragam seperti bintang. Pada abad ke-16, piramida Natal dan pohon cemara menyatu menjadi pohon Natal. Kebiasaan memasang pohon Natal kemudian tersebar luas di kalangan Lutheran Jerman pada abad 18.

Pada abad 19, pohon Natal dipopulerkan di Inggris oleh Pangeran Albert yang merupakan kelahiran Jerman. Suami Ratu Victoria itu menghiasi pohon dengan mainan, kado kecil, lilin, permen, dan kue mewah, serta pita.

Tradisi ini sampai di Amerika Utara pada awal abad 17, ketika para pemukim Jerman sampai ke wilayah itu. Pada abad 19, pohon Natal semakin populer di berbagai wilayah, bahkan sampai ke Austria, Swiss, Polandia, dan Belanda.

Misionaris Barat mengenalkan tradisi pohon Natal di China dan Jepang pada abad 19 dan 20.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat, Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional pada Desember 2022

Catat, Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional pada Desember 2022

| Rabu, 30 November 2022 | 18:21 WIB

Tayang Hari Ini, Berikut Sinopsis Film Violent Night yang Mengungkap Sisi Lain Sinterklas

Tayang Hari Ini, Berikut Sinopsis Film Violent Night yang Mengungkap Sisi Lain Sinterklas

| Rabu, 30 November 2022 | 17:38 WIB

Nama Gitasav Trending Lagi di Twitter, Siapa Sosoknya?

Nama Gitasav Trending Lagi di Twitter, Siapa Sosoknya?

| Minggu, 27 November 2022 | 11:28 WIB

Terkini

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh

5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:14 WIB

Di Ujung Tahta Pajajaran: Tragedi dan Intrik Politik di Akhir Kekuasaan

Di Ujung Tahta Pajajaran: Tragedi dan Intrik Politik di Akhir Kekuasaan

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:13 WIB

Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara

Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:12 WIB

Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi

Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:10 WIB

Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka

Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:10 WIB

Waspada Virus Hanta: Cara Penularan hingga Pencegahan yang Harus Diketahui

Waspada Virus Hanta: Cara Penularan hingga Pencegahan yang Harus Diketahui

Sumbar | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:10 WIB

Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan

Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:10 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi

Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi

Kaltim | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB