Indotnesia - Waralaba Food & Beverage Mixue Ice Cream & Tea hingga saat ini berhasil melakukan ekspansi bisnis dengan membuka cabang di sejumlah daerah di Indonesia.
Kehadirannya yang membuka cabang hampir di setiap daerah di Indonesia, membuat bisnis es krim asal China ini viral dan sangat populer di Tanah Air.
Digemari oleh hampir semua kalangan, bagaimana awal mula Mixue berdiri hingga kini populer ada di Indonesia? Simak penjelasannya di bawah ini.
Mixue Ice Cream & Tea adalah bisnis minuman asal Tiongkok yang dimiliki oleh Zhang Hongchao sejak tahun 1997.
Pria asal Tiongkok ini mulai mendirikan Mixue saat duduk di bangku kuliah dan mulai serius mengembangkan bisnisnya pada tahun 1999 dengan membuka toko bernama Mixue Bingcheng (MXBC).
Nama Mixue Bingcheng memiliki arti sebuah kastil es yang dibangun dengan salju yang manis.
Inovasinya berkembang saat mulai bermunculan es krim jepang berbentuk seperti obor atau dikenal dengan nama es krim cone di daerah Zhengzhou pada tahun 2006.
Melihat peluang bisnis yang ada, Zhang Hongchao menciptakan formula es krim dengan bentuk yang hampir sama, tetapi memiliki harga lebih murah.
Baca Juga: Resmi Beroperasi hingga 8 Januari 2023, Kereta Panoramic Tua Pro-Kontra Warganet
Jika es krim di toko lain menjual seharga 10 yuan atau sekitar Rp20 ribu, es krim Mixue dijual hanya 2 yuan atau Rp4 ribu.
Ekspansi gerai cabang Mixue kemudian mulai berkembang ke Provinsi Henan pada tahun 2007 dan setahun kemudian, jumlah gerainya mencapai 180 cabang.
Pada tahun 2018, Mixue melebarkan ekspansi pembukaan gerai di beberapa negara Asia yang dimulai dari Singapura, Malaysia dan Vietnam.
Sedangkan di Indonesia, Mixue mulai membuka gerai pertama di Bandung pada tahun 2020.
Diketahui, rahasia harga Mixue yang murah dapat terjadi karena perusahaan ini memasok bahan-bahan utamanya sendiri.
Bahkan, Mixue Bingcheng sejak tahun 2012 memiliki pusat produksi dengan seluruh bahan lokal, sehingga tidak membutuhkan impor bahan baku dan membuat harganya jadi murah.