Bolehkah Penderita Diabetes Makan Buah Semangka?

Indotnesia

Selasa, 03 Januari 2023 | 16:17 WIB
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Buah Semangka?
Meskipun segar dan manis, penderita diabetes masih ragu apakah boleh mengonsumsi semangka atau tidak. (Pexels/Karolina Grabowska)

Indotnesia - Buah semangka memang segar karena mengandung banyak air. Warna merahnya yang menggoda dan rasanya yang manis membuat sebagian orang gemar mengonsumsinya.

Tapi kalau kamu menderita diabetes, kamu harus tahu betapa pentingnya memperhatikan apa yang dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah.

Melansir Healthline, semangka mengandung gula alami, jadi tergantung bagaimana kondisimu dalam menerima asupan gula. Pada dasarnya, semangka merupakan sumber vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, potasium, magnesium, vitamin B6, serat, zat besi, dan kalsium.

Lalu, apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi buah semangka?

Sejauh ini, belum ada penelitian yang langsung menghubungkan konsumsi semangka dengan diabetes. Malahan ada beberapa bukti yang menunjukkan makan semangka dapat membantu mengurangi risiko komplikasi terkait diabetes.

Pasalnya, semangka mengandung likopen dalam jumlah sedang, yang memberi warna pada buah ini. Apalagi semangka juga memiliki antioksidan yang tinggi.

Likopen sendiri dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pada riset awal menunjukkan likopen pada tomat memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Sementara, sebanyak 68% penderita diabetes berusia 65 tahun atau lebih meninggal dunia karena beberapa jenis penyakit jantung. Sekitar 16% di antaranya kehilangan nyawa karena stroke.

American Diabetes Association mengklasifikasikan diabetes sebagai salah satu dari 7 faktor risiko penyakit jantung yang dapat dikendalikan.

baca juga

Melansir Medical News Today, indeks glikemik pada semangka tercatat sekitar 72. Sementara, makanan apapun memiliki indeks glikemik sekitar 70 atau lebih.

Sebagai informasi, indeks glikemik memainkan peran penting dalam menentukan seberapa cepat makanan memengaruhi kadar gula darah. Semakin cepat prosesnya maka kemungkinan seseorang akan mengalami lonjakan gula darah juga semakin besar.

Indeks glikemik memiliki skor antara 0 hingga 100 untuk setiap makanan. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kecepatan gula yang memasuki aliran darah.

Defeat Diabetes Foundation menyebutkan tingginya persentase air dalam buah semangka membuat indeks glikemiknya juga menurun. Organisasi itu menyarankan agar semangka dikonsumsi dalam bentuk buah segar, dan hindari jus semangka karena kandungan glikemiknya jauh lebih tinggi.

Penderita diabetes boleh mengonsumsi semangka, asalkan dibarengi dengan makanan yang kaya lemak sehat, serat, dan protein seperti kacang-kacangan atau biji-bijian.

Kombinasi tersebut dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Penyakit Sepele, Berikut Apa Itu Pendarahan Otak, Penyebab, dan Gejalanya

Bukan Penyakit Sepele, Berikut Apa Itu Pendarahan Otak, Penyebab, dan Gejalanya

Indotnesia | Rabu, 28 Desember 2022 | 16:20 WIB

Mengenal Apa Itu TBC dan Proses Penularannya

Mengenal Apa Itu TBC dan Proses Penularannya

Indotnesia | Kamis, 22 Desember 2022 | 16:34 WIB

Suka Rebahan? Yuk Kenali Manfaat sekaligus Dampaknya Bagi Kesehatan

Suka Rebahan? Yuk Kenali Manfaat sekaligus Dampaknya Bagi Kesehatan

Indotnesia | Sabtu, 17 Desember 2022 | 09:47 WIB

Terkini

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×