Indotnesia - Tiap 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Salah satu jenis kanker yang perlu mendapat perhatian khusus terutama bagi wanita yaitu kanker serviks.
Kanker serviks atau disebut juga kanker leher rahim adalah gangguan yang tumbuh pada sel-sel leher rahim.
Pada tahun 2020, jenis kanker ini paling banyak terjadi pada wanita dengan lebih dari 600.000 kasus di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, kanker serviks berada di posisi kedua setelah kanker payudara.
Jenis kanker ini berkaitan dengan infeksi human papilloma virus (HPV) yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat.
Oleh karena itu, pengetahuan terkait kanker serviks harus mulai digali dan dipahami. Sebagai langkah awal, melansir dari laman Kementerian Kesehatan berikut 5 cara mencegah kanker serviks.
1. Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
2. Tidak melakukan hubungan seksual di usia dini (kurang dari 20 tahun).
3. Hindari asap rokok, baik secara aktif maupun pasif.
4. Melakukan dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan IVA/pap smear dengan hasil positif.
Baca Juga: Viral Makanan Nasi Minyak, Kenali Bahaya Kesehatan Jika Terlalu Banyak Mengonsumsinya
5. Lakukan vaksinasi HPV.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi langkah pencegahan kanker serviks menjadi tiga tahap, yaitu primer, sekunder, dan tersier.
1. Pencegahan kanker serviks secara primer dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi HPV.
2. Pencegahan kanker serviks secara sekunder dilakukan dengan cara skrining dan pengobatan lesi prakanker.
3. Pencegahan kanker serviks secara tersier dilakukan dengan cara diagnosis dan pengobatan kanker serviks invasif, serta perawatan paliatif.
Selain itu, WHO juga mengatakan kanker serviks bisa disembuhkan jika segera terdeteksi atau dengan diagnosa stadium awal.