Ramai Jadi Perbincangan, Berikut Fakta-fakta Krisis Populasi di Jepang

Indotnesia

Selasa, 07 Februari 2023 | 14:09 WIB
Ramai Jadi Perbincangan, Berikut Fakta-fakta Krisis Populasi di Jepang
jepang- (Pexels/Satoshi Hirayama)

Indotnesia - Jepang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di sejumlah platform media sosial di Indonesia, seperti TikTok dan Twitter. Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) membagikan video tentang rumah-rumah di Jepang yang kosong karena tidak ada penghuninya.

Bahkan sejumlah sekolah tutup karena tak ada lagi murid-murid yang keceriaannya selalu menghiasi suasana. Negeri Sakura memang sedang mengalami krisis populasi, di mana jumlah kelahiran turun drastis dari masa ke masa.

Berikut fakta-fakta tentang krisis populasi di Jepang:

Angka Kelahiran Terendah dalam Sejarah

Kementerian Kesehatan Jepang memperkirakan jumlah kelahiran pada 2022 sebesar 800.000 kelahiran. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 1899. Pada 2021, angka kelahiran tercatat 811.000 jiwa.

Meski demikian, negara ini menjadi salah satu dengan harapan hidup tertinggi di dunia, di mana hampir 1 dari 1.500 orang di Jepang berusia 100 tahun atau lebih.

Melansir CNN, tren tersebut yang telah mendorong krisis populasi  di Jepang karena masyarakat yang menua, tenaga kerja menyusut, dan tidak cukup orang muda untuk mengisi kesenjangan ekonomi yang stagnan.

Jumlah Sekolah Menurun

Laporan Japan Times menyebutkan, jumlah murid sekolah dasar dan sekolah pertama di Jepang menurun sekitar 1 juta pada 2020. Survei pemerintah melaporkan hal tersebut karena populasi penduduk yang menua.

baca juga

Jumlah SD dan SMP di negara ini tercatat 29.793 sekolah atau turun sekitar 3.000 sekolah karena percepatan penutupan dan konsolidasi sekolah, terutama di daerah pedesaan.

Perempuan Jepang Ogah Menikah

Angka kelahiran yang rendah karena ternyata perempuan Jepang yang menikah juga lebih sedikit. Sebagian besar tidak ingin menikah karena faktor ekonomi. Tapi ada pula yang ogah berumah tangga karena peran gender dalam rumah tangga.

Peran tersebut membuat perempuan Jepang merasa terbebani karena harus mengurus rumah dan anak-anak.

Ekonomi Melambat dan Kebijakan Pemerintah

Bank Dunia mencatat pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami perlambatan dari 4,9% pada 1990 menjadi 0,3% pada 2019. Rata-rata pendapatan rumah tangga riil menurun dari 6,59 juta yen pada 1995 menjadi 5,64 juta yen pada 2020.

Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi penurunan populasi di Jepang selama beberapa dekade terakhir, seperti meningkatkan layanan penitipan anak dan fasilitas perumahan bagi keluarga dengan anak.

Bahkan beberapa kota pinggiran memberikan bantuan keuangan bagi pasangan yang memiliki anak. Namun, segala upaya tersebut belum cukup untuk menaikkan jumlah penduduk di Negeri Sakura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Tua Wajib Tahu! Cara Mengedukasi Anak Agar Terhindar dari Penculikan

Orang Tua Wajib Tahu! Cara Mengedukasi Anak Agar Terhindar dari Penculikan

Indotnesia | Rabu, 01 Februari 2023 | 15:36 WIB

Begini Aksi YouTuber MrBeast Bantu 1.000 Orang Buta Supaya Bisa Melihat

Begini Aksi YouTuber MrBeast Bantu 1.000 Orang Buta Supaya Bisa Melihat

Indotnesia | Senin, 30 Januari 2023 | 10:41 WIB

Konten Ngemis Online Lansia Guyur Air Hilang, Diblokir TikTok?

Konten Ngemis Online Lansia Guyur Air Hilang, Diblokir TikTok?

Indotnesia | Jum'at, 27 Januari 2023 | 11:48 WIB

Terkini

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

BUMN Hanya Tersisa 250 Perusahaan, Nasib Karyawan Gimana

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:48 WIB

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×