Jangan Sepelekan, Obesitas Juga Bisa Mengganggu Kesehatan Mental

Indotnesia | Suara.com

Jum'at, 03 Maret 2023 | 17:47 WIB
Jangan Sepelekan, Obesitas Juga Bisa Mengganggu Kesehatan Mental
Obesitas atau kegemukan dapat menganggu kesehatan seseorang, termasuk kesehatan mental, (Pexels-Towfiqu Barbhuiya)

Indotnesia - Laporan dari World Obesity Atlas yang menyebutkan sebanyak lebih dari 4 miliar orang di dunia akan mengalami kegemukan atau obesitas pada 2035, seakan menjadi peringatan bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pasalnya, seseorang dengan obesitas rentan terhadap gangguan kesehatan, termasuk kesehatan mental.

Menurut WHO, obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama.

Melansir situs Kementerian Kesehatan, cara mengukur obesitas dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus IMT adalah IMT= Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (meter) x Tinggi Badan (meter).

Seseorang dikatakan normal apabila IMT-nya menunjukkan angka 18,5-25,0, gemuk >25,0-27,0 dan obesitas jika angka IMT >27,0.

Melansir CDC, orang dengan obesitas berisiko mengalami penyakit serius dan kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, kolesterol, diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, osteoartritis, masalah pernapasan, dan bahkan penyakit mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya.

Lalu, bagaimana keterkaitan obesitas dengan gangguan kesehatan mental?

Data dari CDC menunjukkan sekitar 43% orang dewasa dengan depresi pada 2005-2010 mengalami obesitas. Orang dewasa yang didiagnosis dengan depresi lebih cenderung mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut.

Menurut studi pada 2014 yang diterbitkan di British Journal of General Practice, depresi memiliki prevalensi lebih tinggi pada orang dengan obesitas. Depresi dan obesitas terkait dengan stigma sosial, harga diri yang rendah, dan kondisi kesehatan kronis.

Ketika depresi dan obesitas terjadi bersamaan, dampak kesehatan dan sosialnya menjadi signifikan. Gejala depresi pada pasien obesitas sangat terkait dengan kualitas hidup yang buruk, terutama fungsi sosial, peran emosional, dan kesehatan mental.

Selanjutnya, penelitian itu juga menyebut obesitas ditambah depresi memiliki implikasi ekonomi yang signifikan, termasuk berkurangnya partisipasi dalam angkatan kerja.

Di sisi lain, obat antidepresan yang digunakan untuk mengobati depresi juga dapat memicu penambahan berat badan pada beberapa orang.

Depresi dapat mendorong seseorang menjadi tidak berenergi sehingga mengarah pada aktivitas fisik yang lebih sedikit. Pada akhirnya, terjadi penambahan berat badan.

Apabila kamu mengalami obesitas, sebaiknya lakukan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan menjadi normal. Selain itu, batasi asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pada 2035, Lebih dari 4 Miliar Orang di Dunia Bakal Mengalami Obesitas

Pada 2035, Lebih dari 4 Miliar Orang di Dunia Bakal Mengalami Obesitas

| Jum'at, 03 Maret 2023 | 16:35 WIB

Netizen Keluhkan Kendala Login Usai Perubahan PeduliLindungi Jadi SATUSEHAT Mobile

Netizen Keluhkan Kendala Login Usai Perubahan PeduliLindungi Jadi SATUSEHAT Mobile

| Rabu, 01 Maret 2023 | 16:38 WIB

Heboh Wacana Masuk Sekolah Jam 5, Yuk Kenali Dampak Kurang Tidur bagi Pelajar

Heboh Wacana Masuk Sekolah Jam 5, Yuk Kenali Dampak Kurang Tidur bagi Pelajar

| Rabu, 01 Maret 2023 | 15:46 WIB

Terkini

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam

Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam

Sport | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:35 WIB

Prilly Latuconsina Bongkar Jam Kerja Sinetron Dulu: Tak Manusiawi

Prilly Latuconsina Bongkar Jam Kerja Sinetron Dulu: Tak Manusiawi

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:33 WIB

Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak

Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak

Lampung | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:33 WIB

Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium

Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:33 WIB

Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen, 170 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta

Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen, 170 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta

Sulsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:30 WIB

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Promo A&W Selama Mei 2026: Buy 1 Get 1 di Hari-hari Spesial

Promo A&W Selama Mei 2026: Buy 1 Get 1 di Hari-hari Spesial

Riau | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:25 WIB

Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games

Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games

Sport | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:24 WIB

Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional

Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:22 WIB