Indotnesia - Laporan dari World Obesity Atlas yang menyebutkan sebanyak lebih dari 4 miliar orang di dunia akan mengalami kegemukan atau obesitas pada 2035, seakan menjadi peringatan bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh.
Pasalnya, seseorang dengan obesitas rentan terhadap gangguan kesehatan, termasuk kesehatan mental.
Menurut WHO, obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama.
Melansir situs Kementerian Kesehatan, cara mengukur obesitas dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus IMT adalah IMT= Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (meter) x Tinggi Badan (meter).
Seseorang dikatakan normal apabila IMT-nya menunjukkan angka 18,5-25,0, gemuk >25,0-27,0 dan obesitas jika angka IMT >27,0.
Melansir CDC, orang dengan obesitas berisiko mengalami penyakit serius dan kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, kolesterol, diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, osteoartritis, masalah pernapasan, dan bahkan penyakit mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya.
Lalu, bagaimana keterkaitan obesitas dengan gangguan kesehatan mental?
Data dari CDC menunjukkan sekitar 43% orang dewasa dengan depresi pada 2005-2010 mengalami obesitas. Orang dewasa yang didiagnosis dengan depresi lebih cenderung mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Menurut studi pada 2014 yang diterbitkan di British Journal of General Practice, depresi memiliki prevalensi lebih tinggi pada orang dengan obesitas. Depresi dan obesitas terkait dengan stigma sosial, harga diri yang rendah, dan kondisi kesehatan kronis.
Ketika depresi dan obesitas terjadi bersamaan, dampak kesehatan dan sosialnya menjadi signifikan. Gejala depresi pada pasien obesitas sangat terkait dengan kualitas hidup yang buruk, terutama fungsi sosial, peran emosional, dan kesehatan mental.
Selanjutnya, penelitian itu juga menyebut obesitas ditambah depresi memiliki implikasi ekonomi yang signifikan, termasuk berkurangnya partisipasi dalam angkatan kerja.
Di sisi lain, obat antidepresan yang digunakan untuk mengobati depresi juga dapat memicu penambahan berat badan pada beberapa orang.
Depresi dapat mendorong seseorang menjadi tidak berenergi sehingga mengarah pada aktivitas fisik yang lebih sedikit. Pada akhirnya, terjadi penambahan berat badan.
Apabila kamu mengalami obesitas, sebaiknya lakukan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan menjadi normal. Selain itu, batasi asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.