indotnesia

Ramai soal "Stroke Kuping", Apakah Stroke dan Kehilangan Pendengaran Saling Berhubungan?

Indotnesia Suara.Com
Kamis, 09 Maret 2023 | 15:19 WIB
Ramai soal "Stroke Kuping", Apakah Stroke dan Kehilangan Pendengaran Saling Berhubungan?
Stroke kuping menjadi pembicaraan warganet. (Pexels/Diana Trivia)

Indotnesia - Komedian Kiky Saputri mencurahkan isi hatinya tentang fenomena dunia kesehatan di Tanah Air. Dia bercerita mertuanya pernah didiagnosis menderita stroke kuping karena tiba-tiba pendengarannya terganggu.

Setelah berobat dan disuntik oleh dokter, pendengaran sang mertua justru makin parah. Akhirnya, mertua memutuskan untuk berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura.

"Akhirnya ke RS Spore & diketawain sama dokternya mana ada stroke kuping. Itu cuma flu jadinya bindeng ke telinga & sekarang udah sembuh. Kocak kan?" kicaunya di Twitter pada Selasa (7/3/2023).

Hingga kini, cuitan tersebut masih menyita perhatian publik bahkan nama Kiky mendadak trending di Twitter pada Kamis (9/3/2023).

Kicauan Kiky itu merupakan sebuah tanggapan atas berdirinya Mayapada Hospital Bandung yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 6 Maret 2023. RS modern tersebut dibangun bertujuan untuk mengurangi jumlah masyarakat berobat ke luar negeri.

"Hampir 2 juta orang Indonesia masih memilih berobat ke luar negeri setiap tahun. Kurang lebih 1 juta ke Malaysia, 750 ribu ke Singapura, sisanya ke Jepang, Amerika, Jerman, dll," kicau Jokowi.

Terkait stroke kuping yang ramai dibahas, .situs resmi Eastern Oklahoma Ear, Nose & Throat, Inc., menyebutkan apabila seseorang mengalami gangguan pendengaran minimal 30dB dalam tiga hari, hal ini dikenal sebagai sudden sensorineural hearing loss (SSNHL).

Bisa saja seseorang bangun tidur dan tidak dapat mendengar dengan baik. Sementara yang lain menyadari pendengaran mereka hilang selama beberapa. Kebanyakan kasus memperlihatkan hanya satu telinga yang terpengaruh.

Penelitian menunjukkan, terjadinya SSNHL menunjukkan seseorang berisiko tinggi terkena stroke. Sebuah penelitian di Taiwan yang diterbitkan dalam jurnal Stroke pada 2008 menemukan hubungan antara SSNHL dan risiko stroke.

Baca Juga: Instagram Down, Warganet Serbu Twitter dengan Beragam Meme Lucu

Para peneliti mengumpulkan data dari 7.115 pasien yang dikumpulkan selama 5 tahun, Dari jumlah itu, sebanyak 1.423 orang dirawat di rumah sakit karena SSNHL.

Pada akhir penelitian diperoleh kesimpulan sebanyak 621 pasien mengalami stroke, dengan 180 pasien di antaranya menderita SSNHL. Dengan begitu, mereka yang pernah mengalami SSNHL memiliki kemungkinan 1,64 kali lebih besar terkena stroke.

Ada berbagai cara agar kita bisa mencegah stroke. Melansir dari situs Kementerian Kesehatan, berikut tips mencegah penyakit stroke:

- Tingkatkan konsumsi sayur dan buah
- Hindari asap rokok
- Berolahraga secara teratur seperti aerobik minimal 3 kali seminggu
- Kurangi makanan asin dan bergaram
- Cek kesehatan secara rutin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI