Indotnesia - Belum lama ini viral seorang wanita yang tertidur lemas di atas kursi kereta sebuah KRL karena nyeri haid ditertawakan penumpang lain.
Selain ditertawakan, penumpang tersebut juga merekam wanita yang kesakitan akibat nyeri haid itu dan meminta petugas untuk menegurnya.
“Pak gak boleh kan pak tidur ya? Berasa kaya kereta milik nenek moyang lu,” ucap perekam dalam video yang viral di media sosial.
Setelah mendapatkan teguran dari petugas kereta, wanita yang terekam dalam video itu menjelaskan bahwa dirinya sedang haid.
Tak bisa disepelekan, nyeri haid dapat dialami oleh setiap wanita dengan tingkat rasa sakit yang berbeda-beda, bahkan hingga mengakibatkan lemas.
Untuk lebih memahaminya, berikut penyebab dan cara mengatasi nyeri haid yang dapat diketahui.
Normalnya, setiap bulan wanita akan mengalami nyeri haid yang muncul beberapa hari menjelang menstruasi hingga setelahnya.
Rasa nyeri haid umumnya digambarkan sebagai kram perut hingga menyebar ke pinggang, punggung, selangkangan, dan vagina.
Baca Juga: Mengenang Nani Wijaya, Aktris Senior Indonesia Meninggal di Usia 78 Tahun
Selain rasa nyeri, gejala lain yang biasanya dialami wanita saat haid di antaranya mual, sakit kepala, diare, dan lemas.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, penyebab nyeri haid sampai membuat lemas dapat terjadi karena:
1. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi saat jaringan lapisan mirip dinding rahim yang tumbuh di luar rahim, yaitu ovarium atau indung telur tuba falopi, vagina, saluran pencernaan hingga kandung kemih.
Selain menyebabkan nyeri, kondisi ini juga menimbulkan gejala nyeri saat buang air kecil, darah haid keluar lebih banyak, dan gangguan pencernaan seperti diare sera sembelit hingga kesulitan hamil.
2. Miom