Viral Food Vlogger Tuai Cibiran, Bagaimana Sih Langkah Menjadi Kritikus Makanan?

Indotnesia

Minggu, 02 April 2023 | 11:06 WIB
Viral Food Vlogger Tuai Cibiran, Bagaimana Sih Langkah Menjadi Kritikus Makanan?
Langkah-langkah menjadi seorang food critic atau kritikus makanan. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Indotnesia - Seorang food vlogger bernama Magdalena Fridawati mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah dia mengaku diremehkan oleh pemilik restoran. Dia berdalih, efek dari ulasannya terhadap restoran tersebut tak ternilai harganya.

“Aku tuh masih sering dipandang sebelah mata banget. Apalagi teman-teman aku yang lebih kecil lagi secara media. Aku sering banget dapat cerita kayak gitu, ditolak,” ujarnya dalam sebuah podcast.

“Terus dapat pas review restoran itu kayak dibiarin aja, nggak dijamu gitu," imbuhnya.

Pernyataan itu lantas mengundang cibiran dari warganet yang menilai setiap restoran memiliki kebijakannya masing-masing. Profesi food vlogger semakin menjamur seiring perkembangan teknologi dan kehadiran platform media sosial.

Profesi ini dulunya dikenal sebagai “food critic” atau kritikus makanan. Kritikus makanan terkenal di dunia adalah Ruth Reichl, MFK Fisher, A.A Gill, dan sebagainya. Di Indonesia, kita mengenal Bondan Winarno, seorang mantan jurnalis yang terkenal dengan jargonnya “Maknyus”,

Lalu, bagaimana sih langkah-langkah menjadi kritikus makanan?

Melansir dari berbagai sumber, berikut cara menjadi seorang food critic, yang bisa kamu terapkan kalau mau menjadi seorang food vlogger:

Mendapatkan gelar

Ternyata kalau mau menjadi seorang food critic yang diakui, setidaknya kamu harus punya gelar sarjana, misalnya jurnalistik, ilmu komunikasi, dan lain-lain. Jurusan tersebut ternyata bakal membantumu untuk meningkatkan kemampuan menulis dan komunikasi.

baca juga

Menyukai dunia kuliner

Setelah punya kemampuan menulis dan komunikasi yang baik, nggak ada salahnya kamu melebarkan sayap ke dunia kuliner. Misalnya, kamu bisa ikut kursus memasak untuk mengenal bahan-bahan masakan dan berbagai kuliner di Indonesia atau dunia.

Jelajahi berbagai kuliner

Sebelum memberikan ulasan, kamu harus banyak menjelajahi berbagai kuliner, termasuk yang belum pernah kamu cicipi sebelumnya. Semakin kamu mengenal berbagai rasa, semakin baik pula kamu dalam memberikan ulasan.

Jangan lupa, untuk ngobrol sama chef atau pelayan dan tanya bahan makanan serta metode memasaknya. Yang nggak kalah penting, baca ulasan dari kritikus makanan lainnya, pelajari intonasi dan gaya mereka.

Memulai channel dan jujur

Kalau kamu mau terjun di dunia food vlogger, pastikan kamu punya kemampuan visual yang baik dalam mengambil gambar. Sesudah itu, kamu bisa memulai saluran di media sosial untuk mencurahkan hasil ulasanmu.

Sebelum mendatangi restoran atau tempat makan yang akan kamu review, pastikan mempelajari kebijakan mereka. Lebih baik kamu datang sebagai pembeli biasanya tanpa harus diistimewakan.

Ini akan memberikan pengalaman jujur yang bakal dirasakan oleh semua orang yang datang ke restoran atau tempat makan tersebut.

Bagaimana, tertarik untuk memulai profesi sebagai kritikus makanan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Sehat Menaikkan Berat Badan Selama Puasa Ramadan

Cara Sehat Menaikkan Berat Badan Selama Puasa Ramadan

Indotnesia | Minggu, 26 Maret 2023 | 18:35 WIB

Menu Sahur Sehat Supaya Nggak Lemas saat Puasa

Menu Sahur Sehat Supaya Nggak Lemas saat Puasa

Indotnesia | Kamis, 23 Maret 2023 | 08:27 WIB

Sejarah Klepon, Kudapan Manis Berwarna Hijau yang Ditabur Parutan Kelapa

Sejarah Klepon, Kudapan Manis Berwarna Hijau yang Ditabur Parutan Kelapa

Indotnesia | Rabu, 22 Maret 2023 | 11:40 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×