Indotnesia - Seorang food vlogger bernama Magdalena Fridawati mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah dia mengaku diremehkan oleh pemilik restoran. Dia berdalih, efek dari ulasannya terhadap restoran tersebut tak ternilai harganya.
“Aku tuh masih sering dipandang sebelah mata banget. Apalagi teman-teman aku yang lebih kecil lagi secara media. Aku sering banget dapat cerita kayak gitu, ditolak,” ujarnya dalam sebuah podcast.
“Terus dapat pas review restoran itu kayak dibiarin aja, nggak dijamu gitu," imbuhnya.
Pernyataan itu lantas mengundang cibiran dari warganet yang menilai setiap restoran memiliki kebijakannya masing-masing. Profesi food vlogger semakin menjamur seiring perkembangan teknologi dan kehadiran platform media sosial.
Profesi ini dulunya dikenal sebagai “food critic” atau kritikus makanan. Kritikus makanan terkenal di dunia adalah Ruth Reichl, MFK Fisher, A.A Gill, dan sebagainya. Di Indonesia, kita mengenal Bondan Winarno, seorang mantan jurnalis yang terkenal dengan jargonnya “Maknyus”,
Lalu, bagaimana sih langkah-langkah menjadi kritikus makanan?
Melansir dari berbagai sumber, berikut cara menjadi seorang food critic, yang bisa kamu terapkan kalau mau menjadi seorang food vlogger:
Mendapatkan gelar
Ternyata kalau mau menjadi seorang food critic yang diakui, setidaknya kamu harus punya gelar sarjana, misalnya jurnalistik, ilmu komunikasi, dan lain-lain. Jurusan tersebut ternyata bakal membantumu untuk meningkatkan kemampuan menulis dan komunikasi.
Baca Juga: Profil Han Ye Sol Drakor The Glory yang Curi Perhatian Publik
Menyukai dunia kuliner
Setelah punya kemampuan menulis dan komunikasi yang baik, nggak ada salahnya kamu melebarkan sayap ke dunia kuliner. Misalnya, kamu bisa ikut kursus memasak untuk mengenal bahan-bahan masakan dan berbagai kuliner di Indonesia atau dunia.
Jelajahi berbagai kuliner
Sebelum memberikan ulasan, kamu harus banyak menjelajahi berbagai kuliner, termasuk yang belum pernah kamu cicipi sebelumnya. Semakin kamu mengenal berbagai rasa, semakin baik pula kamu dalam memberikan ulasan.
Jangan lupa, untuk ngobrol sama chef atau pelayan dan tanya bahan makanan serta metode memasaknya. Yang nggak kalah penting, baca ulasan dari kritikus makanan lainnya, pelajari intonasi dan gaya mereka.
Memulai channel dan jujur
Kalau kamu mau terjun di dunia food vlogger, pastikan kamu punya kemampuan visual yang baik dalam mengambil gambar. Sesudah itu, kamu bisa memulai saluran di media sosial untuk mencurahkan hasil ulasanmu.
Sebelum mendatangi restoran atau tempat makan yang akan kamu review, pastikan mempelajari kebijakan mereka. Lebih baik kamu datang sebagai pembeli biasanya tanpa harus diistimewakan.
Ini akan memberikan pengalaman jujur yang bakal dirasakan oleh semua orang yang datang ke restoran atau tempat makan tersebut.
Bagaimana, tertarik untuk memulai profesi sebagai kritikus makanan?