Asal Usul Babi Ngepet yang Dikenal sebagai Pesugihan Agar Cepat Kaya

Indotnesia

Rabu, 03 Mei 2023 | 12:07 WIB
Asal Usul Babi Ngepet yang Dikenal sebagai Pesugihan Agar Cepat Kaya
Asal usul babi ngepet yang dikenal sebagai pesugihan untuk cepat kaya. (Freepik/wirestock)

Indotnesia - Belum lama ini warga Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) dikejutkan dengan aktivitas seekor anjing liar yang disebut sebagai babi ngepet terekam dalam kamera CCTV.

Sejumlah warga percaya bahwa hewan tersebut adalah babi ngepet, karena beberapa orang merasa kehilangan uang setelah ramai beredar video CCTV yang menunjukkan aktivitas hewan berkaki empat itu berkeliling di sekitar rumah warga.

Meski sempat membuat heboh warga setempat, rekaman CCTV yang memperlihatkan seekor hewan mirip babi ngepet di Tangsel itu dibantah oleh pihak kepolisian dan dikonfirmasi hewan yang terekam dalam video tersebut adalah anjing.

Kendati begitu, kepercayaan tentang adanya babi ngepet sejak dahulu hingga kini masih hidup dan berkembang di masyarakat.

Babi ngepet yang populer diketahui sebagai  jelmaan manusia masih diyakini merupakan salah satu metode pesugihan agar cepat kaya raya.

Lalu, bagaimana dengan asal usul babi ngepet? Simak selengkapnya di bawah ini.

Asal Usul Babi Ngepet

Dilansir dari berbagai sumber, asal usul babi ngepet bermula dari mitos yang menceritakan tentang siluman babi dari Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.

Untuk menguasai ilmu pesugihan agar kaya, seseorang yang mendatangi siluman babi akan dituntut untuk menyerahkan sesajen dan uang mahar serta menyatakan kesanggupannya dalam menanggung segala akibat.

baca juga

Dalam prosesnya, seseorang yang menginginkan pesugihan akan membuat perjanjian untuk menyerahkan tumbal nyawa dari keluarga terdekatnya atau nyawanya sendiri jika janji tidak dipenuhi.

Sedangkan dalam buku Dunia Hantu Orang Jawa yang ditulis Prof. Suwardi Endraswara, Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa pada Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyatakan mitos babi ngepet sebagai penjelmaan seseorang yang mengubah dirinya untuk menjadi babi siluman, sehingga lebih mudah melakukan pencurian.

Perubahan manusia ke binatang ini disebut Asian Folklore Studies dalam Asian Folklore Institute sebagai konsep perubahan yang serupa dengan werewolf di Barat.

Menurut sejarawan Kuntowijoyo dalam bukunya, Muslim Tanpa Masjid, mitos atau kepercayaan tentang pesugihan seperti halnya babi ngepet muncul dari budaya masyarakat agraris.

Pasalnya, petani tak bisa menjadi kaya tanpa memperluas lahan pertanian dan membuat petani lain miskin, sehingga muncul kepercayaan tentang babi ngepet yang bisa membuat orang menjadi kaya tanpa bekerja.

Adapun tindakan pesugihan babi ngepet biasanya dilakukan pada malam hari di hari tertentu oleh dua orang.

Satu orang akan menjadi babi dan orang lainnya membantu menjaga sesajen yang telah dipersiapkan, yaitu kembang setaman, minyak wangi, kopi pahit, jajanan pasar, kemenyan, darah ayam cemani, sebatang lilin atau lampu minyak kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata Bukan Babi Ngepet yang Ada di Depan Rumah Warga Pondok Aren, Ini Faktanya

Ternyata Bukan Babi Ngepet yang Ada di Depan Rumah Warga Pondok Aren, Ini Faktanya

Video | Selasa, 02 Mei 2023 | 21:15 WIB

Terkini

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama

Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama

Entertainment | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB

5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar

5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:40 WIB

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:39 WIB

Sesumbar Declan Rice Jelang Lawan Ghana: Inggris Bisa Libas Siapa Pun di Piala Dunia 2026

Sesumbar Declan Rice Jelang Lawan Ghana: Inggris Bisa Libas Siapa Pun di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:30 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:26 WIB

UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional

UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional

Kalbar | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:26 WIB

Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:23 WIB

4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri

4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri

Sumut | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:21 WIB