Indotnesia - Selama ini, kita mengenal wortel sebagai sayur yang kaya akan vitamin A sehingga sangat baik bagi kesehatan mata. Tapi, ternyata wortel juga cocok buat kamu yang sedang program diet untuk menurunkan berat badan
Wortel mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh seperti biotin, kalium, vitamin A, vitamin K1, dan vitamin B6.
Warna-warna wortel beragam, mulai dari kuning, putih, merah, oranye, dan ungu. Wortel yang berwarna oranye mendapatkan warna cerahnya dari beta karoten, sejenis antioksidan yang diubah oleh tubuh manusia menjadi vitamin A.
Melansir dari Livestrong, wortel termasuk makanan penurun berat badan yang baik. Wortel secara alami termasuk rendah kalori, tapi penuh nutrisi yang dapat membantu penurunan berat badan.
Tapi, bukan lantas kamu mengonsumsi wortel mentah setiap hari ya. Karena ada beragam cara yang enak untuk memasukkan wortel ke dalam menu dietmu.
Secangkir wortel hanya memiliki 50 kalori atau 3% dari kalori harian dalam diet 1.500 kalori. Sementara, wortel rebus memiliki 54 kalor per cangkir. Wortel kaleng punya kalori yang lebih rendah lagi yakni 37 kalor per cangkir.
Selain rendah kalori, ternyata kandungan vitamin A dalam wortel juga bisa membantu menurunkan berat badan. Tubuh akan mengubah vitamin A dari makanan menjadi bahan kimia yang disebut retinoid.
Kemudian, retinoid akan berinteraksi dengan sel dan jaringan. Beberapa bentuk vitamin A berkomunikasi dengan sel lemak dan memengaruhi pertumbuhan sel lemak baru, penyimpanan lemak, dan obesitas.
Ulasan dari Archives of Biochemistry and Biophysics pada April 2015 menyebutkan, vitamin A bisa berperan dalam mengurangi obesitas pada perut, yakni sejenis obesitas yang menimbulkan risiko kesehatan serius.
Baca Juga: Pengadilan Putuskan Ed Sheeran Nggak Plagiat di Lagu Thinking Out Loud
Mengutip Health Reporter, wortel juga tinggi serat sehingga membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, kamu akan menghindari kebiasaan ngemil.
Wortel menjadi pilihan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan karena dapat membuat kenyang sambil tetap makan dengan defisit kalori.