3. Memanfaatkan simpati
Salah satu tujuan utama pelaku playing victim bertindak sebagai korban adalah untuk mendapatkan simpati dan perhatian orang lain.
Mereka berharap bahwa dengan menggambarkan diri mereka sebagai korban, orang lain akan memberikan dukungan dan perhatian khusus kepada mereka.
4. Manipulasi emosional
Pelaku playing victim cenderung menggunakan manipulasi emosional untuk mempengaruhi orang lain.
Mereka mungkin menggambarkan diri mereka dengan sangat malang, terluka, atau terancam secara emosional untuk memperoleh keuntungan atau dukungan dari orang lain.
5. Mengabaikan Perspektif Orang Lain
Pelaku playing victim sering kali tidak peka terhadap perspektif atau perasaan orang lain.
Mereka lebih fokus pada pengalaman dan penderitaan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan dampak yang mungkin mereka miliki pada orang lain atau situasi secara keseluruhan.
Baca Juga: Lirik Lagu Biar Menjadi Kenangan, Karya Kolaborasi Raisa dan Ahmad Dhani
Perilaku playing victim dapat menjadi pola perilaku yang merugikan dalam hubungan, apapun bentuknya karena menghambat pertumbuhan, kerja sama, dan penyelesaian masalah yang sehat.
Maka dari itu, penting untuk memahami pengertian dan ciri-ciri playing victim agar kita dapat lebih mengenali perilaku tersebut dan menanganinya dengan lebih konstruktif.
Semoga membantu!