Indotnesia - Drama Korea atau drakor It’s Okay To Not Be Okay pada hari ini, Selasa (20/6/2023) merayakan tiga tahun penayangan sejak pertama kali muncul di layar kaca pada 20 Juni 2020.
Di Twitter, drakor yang dibintangi oleh Seo Yea-ji dan Kim Soo-hyun itu menduduki peringkat trending dengan tagar #ItsOkayToNotBeOkay dan banjir ucapan selamat dari warganet.
“Happy 3rd Anniversary to human healing drama #ItsOkayToNotBeOkay!” komentar salah seorang warganet.
Nah, untuk kamu yang belum sempat menonton drakor tentang kesehatan mental ini, simak sinopsisnya di bawah ini agar mengetahui jalan ceritanya.
Sinopsis It’s Okay To Not Be Okay
Drakor It’s Okay To Not Be Okay menceritakan tentang proses penyembuhan trauma masa lalu yang dialami oleh karakter bernama Moon Kang Tae, Moon Sang Tae, dan Ko Moon Young.
Kang Tae dan Sang Tae adalah dua bersaudara dengan karakter masing-masing yang berbeda. Sang Tae memiliki keterbatasan mental, sehingga Kang Tae harus menghabiskan sisa hidupnya untuk merawat sang saudara.
Di usianya yang masih muda, Kang Tae sering merasa lelah dengan tanggung jawab berat yang harus dipikulnya, sehingga seringkali ia merasa ingin lari dan menangis.
Meski begitu, ia tetap berusaha untuk menjadi kuat dan selalu tersenyum saat bersama saudaranya.
Baca Juga: Nggak Cuma Bayi, Tidur Siang Rutin Juga Baik untuk Kesehatan Otak Orang Dewasa
Ketika keduanya masih kecil, hubungan mereka tidak berjalan dengan baik. Apalagi ibu mereka pernah berkata bahwa Kang Tae terlahir hanya untuk merawat sang adik, Sang Tae.
Bahkan, Kang Tae yang sejak kecil dibebani tanggung jawab untuk merawat adiknya membuatnya pernah hampir menenggelamkan Sang Tae di danau es.
Kondisi tersebut tidak hanya menjadi beban dan luka di hati Kang Tae, tetapi juga trauma masa lalu bagi Sang Tae karena merasa dirinya tidak benar-benar disayangi.
Di sisi lain, ada pula karakter Moon Young yang merupakan seorang penulis buku anak-anak dengan penulisan genre ceritanya yang unik.
Karakternya sebagai penulis yang mengisahkan cerita dengan emosi yang meledak-ledak ternyata tak lepas dari pengalaman sedih di masa kecilnya.
Ayahnya pernah mencoba membunuhnya dan sang ibu yang juga seorang penulis terkenal menghilang sebelum tulisannya terbit.