Fakta-fakta Kereta Api Tak Bisa Berhenti Mendadak

Indotnesia

Sabtu, 22 Juli 2023 | 16:56 WIB
Fakta-fakta Kereta Api Tak Bisa Berhenti Mendadak
Lintasan rel kereta api. (Twitter/@KAI121)

Indotnesia - Belum lama ini kecelakaan kereta api vs truk menarik perhatian publik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero pun memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. 

Sebelumnya pada Selasa, (19/7/2023) dua kecelakaan yang berkaitan dengan kereta api terjadi bersamaan. Yaitu (KA) 112 Brantas dengan truk tronton di Semarang, Jawa Tengah dan Kereta Api dengan truk tebu di Lampung

PT KAI Persero pun menjelaskan kalau kereta bukan seperti moda transportasi pada umumnya. Pasalnya kereta api tidak bisa melakukan rem mendadak. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Vice President Public Relations KAI Joni Martinus. 

"Berbeda dengan transportasi darat pada umumnya, kereta api memiliki karakteristik yang secara teknis tidak dapat dilakukan pengereman secara mendadak. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati sebelum melewati perlintasan sebidang," ujar Joni seperti dikutip dari Antara. 

Pihak KAI menyebut bahwa panjang dan berat rangkaian kereta jadi salah satu penyebab kereta tak bisa berhenti mendadak.

Semakin panjang dan berat satu rangkaian kereta, maka jarak yang dibutuhkan untuk membuat kereta benar-benar berhenti akan semakin panjang. 

"Di Indonesia, rata-rata kereta penumpang terdiri dari 8-12 kereta dengan bobot mencapai 600 ton, belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi tersebut maka akan dibutuhkan maka akan dibutuhkan energi yang besar untuk membuat rangkaian kereta berhenti." keterangan dalam Twitter @KAI121.

Selain itu, KAI juga menjelaskan bahwa sistem pengereman yang digunakan yaitu jenis rem udara. Sistem kerjanya yaitu dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman. 

baca juga

"Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada rodo. Friksi ini yang akan membuat kereta berhenti."

Meski begitu, KAI menjelaskan kalau kereta sebenarnya kereta dilengkapi dengan rem darurat. Akan tetapi tetap tidak bisa digunakan untuk mengerem dadakan sehingga bisa menghindari kecelakaan seperti yang terjadi di Semarang dan Lampung. 

Rem darurat hanya menghasilkan tekanan yang lebih besar sehingga mempercepat proses pengereman. Jadi, walaupun ada yang menerobos pemberhentian kereta biasanya tetap terlambat. 

Selain itu, ada sejumlah faktor yang berpengaruh pada jarak pengereman. 

1.Kecepatan kereta api. Semakin tinggi kecepatannya, maka akan semakin panjang jarak pengeremannya. 

2. Kemiringan/lereng (gradient) jalan rel. 

3. Persentase gaya pengereman. 

4. Jenis kereta api (kereta penumpang/barang). 

5. Jenis rem (blok komposit/blok besi cor). 

6.Kondisi cuaca. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Kecelakaan Kereta Api, Pengamat Nilai Perlintasan Jalan Madukoro Kota Semarang Belum Perlu Jalan Layang

Buntut Kecelakaan Kereta Api, Pengamat Nilai Perlintasan Jalan Madukoro Kota Semarang Belum Perlu Jalan Layang

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Juli 2023 | 10:17 WIB

Jadwal Terbaru KA Joglosemarkerto, Lengkap dengan Detail Jam Keberangkatan

Jadwal Terbaru KA Joglosemarkerto, Lengkap dengan Detail Jam Keberangkatan

Lifestyle | Jum'at, 21 Juli 2023 | 19:00 WIB

Daftar Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Dunia, Terbaru Tabrakan di India

Daftar Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Dunia, Terbaru Tabrakan di India

Indotnesia | Sabtu, 03 Juni 2023 | 23:37 WIB

Terkini

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Kuansing Status Siaga Darurat Bencana Akibat Kabut Asap Karhutla

Kuansing Status Siaga Darurat Bencana Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?

Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Heboh Harga Yamaha R2 40 Jutaan, Mesin DOHC Garang yang Bikin R15 Minder

Heboh Harga Yamaha R2 40 Jutaan, Mesin DOHC Garang yang Bikin R15 Minder

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Rektor Diberhentikan, 9 Dosen Di-PTDH, Ada Apa di Universitas PGRI Palembang?

Rektor Diberhentikan, 9 Dosen Di-PTDH, Ada Apa di Universitas PGRI Palembang?

Sumsel | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:00 WIB

5 Cara Pakai Air Mawar Viva untuk Bikin Wajah Glowing Maksimal

5 Cara Pakai Air Mawar Viva untuk Bikin Wajah Glowing Maksimal

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Tidak Semua Bentuk Tubuh Cocok dengan Celana Cutbray, Mitos atau Fakta?

Tidak Semua Bentuk Tubuh Cocok dengan Celana Cutbray, Mitos atau Fakta?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

×