Mengenal Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Kini Jadi Warisan Budaya Dunia

Indotnesia

Selasa, 19 September 2023 | 12:25 WIB
Mengenal Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Kini Jadi Warisan Budaya Dunia
Gambaran Sumbu Filosofi Yogyakarta. (Dinas Pariwisata DIY.)

Indotnesia - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) resmi menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia pada Sidang ke-45 Komite Warisan Dunia atau World Heritage Committe (WHC) di Riyadh Arab Saudi pada, Senin(18/9/2023). Lantas bagaimana sejarahnya?

Sejarah Sumbu Filosofi Yogyakarta

Yogyakarta merupakan kota tradisional Jawa yang penuh dengan filosofi serta istimewa, salah satunya di bidang tata ruang.

Konsep tata ruang Sumbu Filosofi dibuat berdasarkan konsepsi Jawa dan berbentuk struktur jalan lurus yang membentang antara Panggung Krapyak di sebelah selatan, Kraton Yogyakarta, dan Tugu Yogyakarta di sebelah utara,.

Melansir laman Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kebudayaan, pada masa Sri Sultan Hamengku Buwana I, beliu membangun Kota Yogyakarta dengan landasan filosofi yang tinggi. 

Sultan HB I merancang Kota Yogyakarta dengan membentang arah Utara-Selatan serta membangun dna menjadikan Keraton Jogja sebagai pusatnya. 

Di sisi Utara Keraton ada Tugu Golong Gilig (Pal Putih) sementara di sisi Selatan Keraton dibangun Panggung Krapyak, sehingga jika ditarik garis lurus akan membentuk garis imajiner yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi.

Sumbu tersebut merupakan gambaran konsep mikrokosmos, yaitu alam kehidupan nyata yang menjadi laku peziarahan manusia. Sementara gambaran konsep makrokosmos, yaitu garis imajiner Laut Selatan dan Gunung Merapi.

Makna Sumbu Filosofi Yogyakarta

baca juga

Sumbu Filosofi Yogyakarta melambangkan keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhannya (Hablun min Allah), manusia dengan manusia (Hablun min Annas) maupun manusia dengan alam termasuk lima anasir pembentuknya yakni api (dahana) dari Gunung Merapi, tanah (bantala) dari bumi Ngayogyakarta dan air (tirta) dari Laut Selatan, angin (maruta) dan akasa (ether). Demikian juga tiga unsur yang menjadikan kehidupan (fisik, tenaga dan jiwa) telah tercakup di dalam filosofis sumbu imajiner tersebut. 

Hal itu karena Sri Sultan Hamengku Buwana yang menyandang gelar Sayidin Panatagama Kalifatullah, sehingga garis imajiner Jogja konsep filosofi Islam “Manunggaling Kawula lan Gusti” atau kesatupaduan antara Kawula dan Gusti atau antara rakyat dan raja (mikrokosmos) serta antara manusia dengan Tuhan (makrokosmos) dapat menjadi jalan kehidupan yang baik terutama dalam tataran untuk selalu menjalankan konsep “Hamemayu Hayuning Bawana”.

Titik antara Tugu Golong Gilig - Keraton - panggung Krapyak memiliki makna filosofis, yaitu sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana asal  manusia dan arah kemana yang akan dituju.

Biasanya diartikan sebagai gambaran manusia dari embrional, lahir, berproses, berkembang, eksis, dan pada akhirnya kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Secara rinci, makna Panggung Krapyak ke Keraton, yaitu merepresentasikan makna Sangkan Paran yaitu asal muasal manusia untuk berproses menuju eksistensi.

Sementara , makna Tugu Golong Gilig ke Keraton merepresentasikan makna Paraning Dumadi, yaitu manusia yang eksis berproses untuk menjalankan kehidupannya. Proses itu untuk  mendapatkan kehidupan dalam Jalan Keutamaan, Jalan Kesejahteraan, Jalan Kemuliaan, dan mampu membebaskan diri dari berbagai halangan, godaan, serta nafsu angkara murka. 

Dengan ditetapkannya Sumbu Filosofi Yogyakarta bertajuk the Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 18 September 2023, kini Indonesia memiliki lima warisan budaya dunia, yaitu Candi Borobudur (ditetapkan 1991), Candi Prambanan (ditetapkan 1991) Situs Sangiran (ditetapkan 1996) Subak Bali (ditetapkan 2012), Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (ditetapkan 2019), dan Sumbu Filosofi Yogyakarta (ditetapkan 2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi! UNESCO Tetapkan Sumbu Filosofi Jogja Sebagai Warisan Budaya Dunia

Resmi! UNESCO Tetapkan Sumbu Filosofi Jogja Sebagai Warisan Budaya Dunia

Indotnesia | Selasa, 19 September 2023 | 11:12 WIB

6 Fakta Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Perlu Diketahui usai Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

6 Fakta Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Perlu Diketahui usai Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Jogja | Selasa, 19 September 2023 | 09:55 WIB

Societeit de Harmonie, Tempat Hiburan Malam Orang Belanda di Kota Makassar

Societeit de Harmonie, Tempat Hiburan Malam Orang Belanda di Kota Makassar

Sulsel | Senin, 18 September 2023 | 17:42 WIB

Terkini

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

×