Jelang acara silaturahmi Anies Baswedan dengan warga Aceh disambut dengan insiden tak elegan. Kantor DPW Partai NasDem, sebagai partai pengusung bakal capres Anies diserang teror telur busuk, Sabtu (3/12/2022).
Insiden teror lempar telur busuk yang menimpa kantor yang beralamat di Desa Pango, Kota Banda Aceh itu terjadi saat subuh.
Ketua DPW NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi menyebut bahwa meski urung diketahui siapa oknum pelempar telur busuk itu tetapi kuat diduga teror itu berasal dari para pembenci Anies Baswedan dan Partai NasDem yang notabene partai yang mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai bakal capres 2024.
"Atas kejadian ini justru akan membuat dukungan masyarakat Aceh kepada Anies Baswedan makin besar dan juga kepada NasDem," terangnya.
Aksi lempar telur busuk yang berbau politis nyatanya bukan kali ini saja terjadi. Bahkan aksi itu punya sejarah panjang.
Dikutip dari abc.net.au, menurut seorang Sosiolog Julie Conway aksi lempar telur busuk bahkan telah muncul di Australia pada masa Perang Dunia I di tahun 1917.
Salah satu insiden lempar telur yang mashyur di masa itu yakni saat menimpa Perdana Menteri Billy Hughes ketika berkeliling ke wilayah Queensland Selatan untuk menggalang dukungan wajib militer.
Conway lebih lanjut menyebutkan sebetulnya bukan hanya telur yang jadi bahan untuk pelemparan terhadap aksi protes terhadap para politisi kala itu, tetapi telur merupakan salah satu bahan yang favorit untuk dilemparkan.
"Pada tahun 1917 berbagai makanan dilemparkan sebagai bentuk protes termasuk kentang, tetapi telur merupakan yang favorit," jelasnya.
Baca Juga: Masyarakat Melakukan Aksi Penolakan Pengesahan RKUHP di Depan DPR
Hingga kini, aksi lempar telur itu masih terus diperingati di kawasan Queensland yang dihadirkan dalam bentuk parodi.
Dikutip dari The Guardian, aksi lempar makanan sebetulnya sudah muncul sejak tahun 63 Masehi di kawasan Eropa, dimana saat itu Gubernur Romawi Vespasias yang jadi korban ketika dilempar lobak.
Berjalannnya waktu, aksi lempar telur pun terdeteksi muncul ketika masa abad ke-19 dimana seorang napi di Inggris masa itu dilempari telur atas kejahatannya.
"Sehari sebelumnya di lokasi yang sama seorang juga ada yang dilempar telur busuk lantaran bersumpah palsu," tulisnya.
Oknum Teror Lempar Telur Harus Diusut
Sementara itu, berkait dengan teror lempar telur di Kantor DPW NasDem Aceh, PKS menyebut aksi itu adalah perilaku intimidatif dan provokatif.
"Siapapun pelakuknya harus diusut dan ditindak, itu tindakan provokatif dan intimidatif," ujar juru bicara PKS, M Kholid kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).
Tak hanya itu, Kholid juga menilai, aksi teror itu sebagai tindakan yang mengancam demokrasi. Padahal, kata Kholid, Anies menjadi bacapres NasDem adalah bagian dari hak politik yang juga didukung masyarakat banyak.
"Tidak boleh ada yang menghalang-halangi," ucap Kholid.
Di sisi lain, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Effendi Choirie menyebut, teror lempar telur busuk ke saat Anies di Aceh adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.
Ia menilai, Anies dan NasDem tengah diberi cobaan dengan sejumlah aksi-aksi negatif. Ia menganalogikan, agar bisa naik kelas, maka harus bisa lulus ujian.