Bayang-bayang Megathrust Earthquake dan Tsunami Besar Usai Jember Diguncang Gempa 40 Kali

Suara Joglo | Suara.com

Rabu, 07 Desember 2022 | 10:17 WIB
Bayang-bayang Megathrust Earthquake dan Tsunami Besar Usai Jember Diguncang Gempa 40 Kali
Ancaman Megathrust Earthquake di Selatan Jawa ([Stefan Keller/Pixabay])

Suara Joglo - Ancaman kengerian megathrust earthquake kembali menyeruak di jagat lini masa setelah gempa bumi berturut-turut mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa, mulai dari gempa Cianjur yang dampaknya sangat dahsyat, kemudian gempa bumi Jember.

Di media sosial Twitter, seharian kemarin tagar #gempa ramai dicuitkan warganet. Mereka berisik, banyak yang mengunggah artikel-artikel peringatan tentang ancaman atau potensi megathrust earthquake dan tsunami besar di wilayah selatan Jawa--terbentang dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.

Apalagi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir data peringatan gempa di Jember, yang ternyata intensitasnya mencapai 40 kali gempa. Kemudian pusatnya juga di wilayah Laut Selatan yang dalam banyak jurnal disebutkan sangat potensial menjadi ancaman megathrust.

Megathrust merupakan daerah pertemuan antar lempeng tektonik bumi di lokasi zona subduksi. BMKG sendiri, mengatakan di Pantai Selatan Jawa terdapat lempeng tektonik cukup aktif di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia.

Pergerakan ini bahkan disebut-sebut mengarah pada potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami di selatan Pulau Jawa. BMKG juga mencatat adanya celah seismik yang jelas di selatan Pulau Jawa. Sehingga betul akan ada potensi gempa bumi megathrust yang akan terjadi di masa depan. Pernyataan BMKG ini sejalan dengan hasil riset ITB sebelumnya.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga memperkuat hal tersebut. Lewat laporan ilmiah bertajuk "Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Java Indonesia" yang diterbitkan Nature.com, mereka menyebut ancaman megathrust dan tsunami di selatan Jawa itu nyata.

Menurut riset yang dilakukan oleh LIPI, gempa dan tsunami raksasa di jalur-jalur tunjaman lempeng bahkan kemungkinan tidak hanya sekali terjadi, namun bencana raksasa ini akan terjadi secara berulang. 

Tim Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI meneliti tsunami purba sejak 2006 di pantai Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kutoarjo, Kulonprogo dan Pacitan. Hasilnya, ada endapan tsunami berumur 300 tahun ditemukan di sepanjang pantai itu. Di Lebak, tsunami tersebut mengendapkan batang-batang kayu di suatu rawa 1,5 kilometer dari garis pantai.

"Gempa dan tsunami raksasa dari jalur-jalur tunjaman lempeng dipastikan terjadi berulang. Jalur-jalur ini akan tetap menghasilkan gempa dan tsunami raksasa di masa datang. Tiap-tiap jalur memiliki waktu perulangan ratusan hingga ribuan tahun," kata Eko dalam pernyataan persnya beberapa waktu lalu.

Informasi ancaman bencana tsunami di wilayah pesisi selatan ini sebenarnya sudah beberapa kali mencuat. Di Jawa Timur sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sudah memetakan wilayah rawan tsunami ini. Edukasi dan pemahaman juga rutin disampaikan ke masyarakat di wilayah ini.

Catatan BPBD, di provinsi paling timur Pulau Jawa ini jika benar tsunami setinggi 20 meter menerjang daratan, maka ada sembilan kabupaten bakal terancam. Wilayah itu adalah: Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek serta Pacitan.

Delapan wilayah ini berada di wilayah paling selatan provinsi dengan garis pantai panjang. Dalam catatan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa wilayah tersebut sudah pernah mengalami tsunami bersama daerah pesisir di provinsi lain.

Sejak Tahun 1818, PVMBG mengungkap, telah terjadi 11 kali tsunami di sisi selatan pantai Jawa. Dimulai dari Tsunami Banyuwangi (1818), Tsunami Bantul (1840), Tsunami Tulungagung (1859), Tsunami Kebumen (1904), Tsunami Jember (1921), Tsunami Pangandaran (11/09/1921) .

Kemudian tsunami Banyuwangi (1925) , Tsunami Purworejo (1957), Tsunami Banyuwangi (03/06/1994), Tsunami Pangandaran (17/7/2006), Tsunami Jawa Barat Selatan (02/09/2009). Tsunami ini penyebabnya dipicu oleh gempa bumi.

Harus dipersiapkan dengan benar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemarin 40 Kali Gempa Guncang Kabupaten Jember, Diwarnai Hujan Petir, Angin dan Banjir

Kemarin 40 Kali Gempa Guncang Kabupaten Jember, Diwarnai Hujan Petir, Angin dan Banjir

Malang | Rabu, 07 Desember 2022 | 09:50 WIB

Gempa Bumi Pulau Flores 1992: Tsunami Tiga Meter, Tiba Dalam Tiga Menit Hantam Maumere

Gempa Bumi Pulau Flores 1992: Tsunami Tiga Meter, Tiba Dalam Tiga Menit Hantam Maumere

Sulsel | Selasa, 06 Desember 2022 | 18:36 WIB

Di Tengah Kota Jember Cuma Terasa Getaran, Saat Gempa Lagi Hujan Petir

Di Tengah Kota Jember Cuma Terasa Getaran, Saat Gempa Lagi Hujan Petir

| Selasa, 06 Desember 2022 | 14:20 WIB

PVMBG: Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami Adalah Hoaks

PVMBG: Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami Adalah Hoaks

Tekno | Senin, 05 Desember 2022 | 20:36 WIB

Terkini

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:53 WIB

Dilema WFH Sehari: Bukti Kita Masih Dinilai dari Absen Kehadiran, Bukan Hasil Kerja

Dilema WFH Sehari: Bukti Kita Masih Dinilai dari Absen Kehadiran, Bukan Hasil Kerja

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 17:52 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Penganiayaan Sesama Polisi hingga Tewas di Polda Kepri

Kompolnas Soroti Kasus Penganiayaan Sesama Polisi hingga Tewas di Polda Kepri

Batam | Rabu, 15 April 2026 | 17:51 WIB

Masih Suka Bakar Sampah? Bahaya Kanker Mengintai di Balik Asapnya

Masih Suka Bakar Sampah? Bahaya Kanker Mengintai di Balik Asapnya

Bali | Rabu, 15 April 2026 | 17:51 WIB

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

10 Rute Sepeda Pagi di Jakarta dengan View Gedung Mewah, Favorit Pesepeda Dalkot

10 Rute Sepeda Pagi di Jakarta dengan View Gedung Mewah, Favorit Pesepeda Dalkot

Jakarta | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

5 Sepatu Lari Minimalis yang Cocok Dipadukan dengan Celana Chino Kantor, Nyaman dan Tetap Rapi

5 Sepatu Lari Minimalis yang Cocok Dipadukan dengan Celana Chino Kantor, Nyaman dan Tetap Rapi

Jakarta | Rabu, 15 April 2026 | 17:48 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB