Peristiwa bom yang meledak di Polsek Astanaanyar, Bandung kembali memicu beredarnya video lama ceramah Ustadz Abdul Somad mengenai bom bunuh diri dan mati syahid. Salah satunya diunggah oleh politisi Ruhut Sitompul.
Dalam unggahan di akun Twitternya, Ruhut Sitompul mengunggaah potongan video lawas Ustadz Abdul Somad yang menolak istilah bom bunuh diri melainkan mati syahid.
Bersamaan dengan unggahan video itu, mantan politisi Partai Demokrat itu mengingatkan agar publik lebih cermat dan waspada menanggapi video ceramah ustadz Abdul Somad tersebut.
"Waspada, waspada, waspadalah karena kalau ini secara terang benderang disampaikan sangat berbahaya karena tingkat penalaran yang mendengar tidak sama jadi tolong diwaspadai aparat kepolisian sebagai Kamtibmas. MERDEKA," kicaunya.
Dalam video singkat itu, ustadz Abdul Somad memberikan ceramah terkait istilah bom bunuh diri yang dianggapnya tidak tepat. Istilah itu merupakan ciptaan pers barat yang disebutnya sebagai zionis Amerika.
"Jangan katakan bom bunuh diri ini dikritik ulama Mesir. Jangan katakan harakah intihariyah tapi katakan harakah Istisyhadiyah. Harokah intihariyah gerakan bunuh diri itu pers barat yang mengatakan yang betul harakah istisyhadiyah gerakan mati syahid bukan mati konyol," jelasnya.
Lebih lanjut, ustadz Abdul Somad memberikan dalilnya terkait istilah mati syahid yang dianggap sebagai bunuh diri itu.
"Apa dalilnya? Nabi terkepung di perang uhud. Perang uhud kalah, perang badar menang. Perang uhud nabi terkepung sahabat berkeliling, musuh sudah dekat masuk ke dalam kelompok musuh pasti mati, datang seorang sahabat mencabut pedangnya masuk dia ke tengah, dia putar keliling, mati musuh dia pun mati nah itu dalil harakah Istisyhadiyah," urainya.
"Kalau saya masuk ke dalam kelompok bergejolak nanti PKI, PKI sudah datang datang seorang ia ambil cabut pedangnya 99,9 persen ia masuk ia pasti mati, tapi dengan masuknya ia kesitu gentar musuh pontang panting masuklah engkau ke dalam, zaman sahabat nabi pakai pedang zaman sekarang tak pakai pedang letupkan ledakkan mati syahid, namanya harakah istisyhadiyah," lanjutnya.
Baca Juga: Laba BUMN Meroket Rp 155 Triliun Berkat Tangan Dingin Erick Thohir
"Adapun orang yang mengejek ini orang mati konyol, inilah antek-antek zionis amerika, orang mati syahid dikatakan mati konyol. Kita pun ikut latah mengatakan. Jangan katakan bom bunuh diri, ini banyak wartawan-wartawan tidak islami memakai istilah kafir tanpa ia sadari, padahal mati syahid," tambahnya.
Sementara itu, dikutip dari mui.or.id, jumhur ulama menegaskan bahwa bom bunuh diri hukumnya haram karena merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan dan mencelakakan diri sendiri.
"Bom bunuh diri dengan alasan apapun tetap haram. Hanya boleh dilakukan jika dalam kondisi perang (harb) dengan sasaran musuh Islam yang sudah jelas. hukum melakukan teror secara qoth'i adalah haram baik dengan alasan apapun apalagi jika dilakukan di negeri dalam (dar al-shulh) dan negara muslim seperti Indonesia," terangnya.