Bangunan ini direnovasi, namun, mempertahankan bagian fasad dengan ciri khas bata dan warna merah marun.
4. Hotel Palace (Hotel Pelangi)
Hotel yang dulunya bernama Palace Hotel dan berdiri sejak tahun 1916 ini beralamat di Jalan Merdeka Selatan No. 3, Kota Malang, Jawa Timur. Letaknya persis di pertigaan antara Alun-Alun Merdeka dan Masjid Jami’, atau berada di sebelah barat Kantor Pos Malang.
Penginapan ini memang mempunyai sejarah panjang dan pada akhirnya membuat daya tarik tersendiri bagi Hotel Pelangi. Pada tahun 1916, dibangun Palace Hotel, di bekas lahan Hotel Malang, oleh pemerintah Hindia Belanda. Tarifnya pada masa itu bisa mencapai F 75 per malamnya.
Ketika Jepang datang, nama hotel diubah menjadi Hotel Assoma hingga akhirnya kembali lagi ke nama awal pada tahun 1945. Nama Hotel Pelangi sendiri mulai muncul pada tahun 1953 ketika tempat tersebut dibeli oleh seorang kontraktor asal Banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin.
5. Hotel Riche
Kajoeetanganstraat, atau dalam sebutan orang pribumi dibaca Kayutangan, merupakan sebuah jalan populer di era kolonial. Di jalan ini, berdiri berbagai macam bangunan yang mendukung gaya hidup orang Eropa seperti restoran, societeit, dan hotel.
Berbicara soal hotel di Kayutangan, Hotel Riche tentu menjadi favorit kala itu. Lokasinya yang berada di pusat kota, dan dekat dengan pusat hiburan dan tempat peribadatan seperti gereja dan masjid, menjadi daya tarik utama hotel ini.
Berdiri pada tahun 1933, Hotel Riche memang menjadi hotel tertua yang keasliannya masih terjaga. Hal ini jelas berbeda dengan Hotel Palace yang seringkali berubah fungsi sebelum bertahan menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini.
Baca Juga: BMKG: Bandung Raya Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai Malam Tahun Baru