Suara Joglo - Bukan Rizal Ramli namanya kalau tidak semprot sana, semprot sini. Cuitan-cuitannya juga bisa dibilang galak saat merespons berbagai isu yang dinilai bertentangan dengan dirinya dan kepentingan rakyat.
Terbaru, pria yang bertitel Pakar Ekonomi dan Politisi Indonesia itu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibubarkan. Namun usulan Rizal Ramli tentu bukan asal-asalan. Hal itu dilontarkan menanggapi rumor yang menyebut KPU didesain untuk memenangkan Ganjar Pranowo.
Permintaan KPU dibubarkan bila terbukti melakukan kecurangan memenangkan Ganjar-Erick Thohir itu disampaikannya lewat cuitan di akun media sosial Twitter baru-baru ini. Ia juga meminta agar anggota KPU diganti oleh wakil-wakil dari partai yang menjadi peserta pemilu.
"Perlu verifikasi ! Kalau betul ada rancangan jahat itu, sebaiknya KPU dibubarkan diganti wakil2 partai yg ikut Pemilu, sehingga saling intip dan mengawasi, resiko kecurangan lebih kecil spt Pemilu zaman Habibie tahun 1999!," tulis Rizal Ramli dikutip pada Kamis (29/12/2022).
Unggahan Rizal Ramli tersebut pun memancing reaksi publik. Mereka pun memberikan beragam komentar. Banyak yang pro terhadap komentar galak Rizal Ramli tersebut bila memang terbukti ada kecurangan dalam pemilu nanti.
"Jgn2 pilpres 2019 juga grand design. Makanya kotak suara di pertahankan memakai kardus/karton. Ini sangatlah membahayakan," tulis netizen.
"Setuju bang. Yg sekarang orang titipan semua dari kelompok istana," tulis netizen.
"Ganjar Pranowo sudah didesain menang oleh KPU," tulis netizen.
Bukan kali ini saja Rizal Ramli meminta pembubaran lembaga negara. Pada Mei 2022 lalu, Rizal Ramli juga pernah melempar usulan agar Mahkamah Konstitusi (MK) dibubarkan setelah masa jabatan Presiden Jokowi berakhir.
"Setelah Jkw berhenti, memang perlu dipikirkan untuk membubarkan Mahkamah Konstitusi,” ujarnya dalam akun sosial medianya, Jumat, (13/5/2022).
Menurut Mantan Menteri Keuangan ini, MK tidak lagi mampu menegakkan konstitusi. Bahkan kata dia, MK justru menjadi penjaga tirani kekuasaan yang dinilai justru sering merugikan rakyat.
"Tidak mampu menegakkan konstitusi, malah menjadi Penjaga Tirani Kekuasaan. Cukup jadi salah satu Chamber di Mahkamah Agung ! PT 0 Persen Atau MK Bubar!," katanya menambahkan.
Rupanya galaknya Rizal Ramli itu banyak didukung pendukungnya. Di media sosial tak sedikit yang mengamini semua kritik Rizal Ramli.
Misalnya akun @andry19633 yang berkomentar begini: "RR: Makin hari arah pemerintahan Indonesia (era Jokowi) semakin Otoriter. Makanya, sebagai Kontrol, Bang RR "Ngegas" di Media Sosial."