Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Perumahan Rakyat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • AHY resmi gantikan Luhut sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
  • Purbaya, Rosan, Nusron hingga Airlangga masuk komite di bawah AHY.
  • Komite baru berwenang atasi cost overrun dan dukungan pendanaan proyek.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kini memimpin jajaran pejabat elite yang berisi sejumlah menteri strategis hingga kepala lembaga investasi negara.

Penunjukan AHY tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.

Perpres yang ditetapkan Presiden Prabowo pada 12 Mei 2026 itu sekaligus mengakhiri peran Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menjabat Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada era Presiden Joko Widodo.

Dalam aturan terbaru, pemerintah merombak susunan Komite Kereta Cepat agar sesuai dengan struktur Kabinet Merah Putih. AHY ditetapkan sebagai ketua, sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menduduki posisi wakil ketua.

Menariknya, sejumlah pejabat yang selama ini memegang peran penting dalam perekonomian nasional kini berada dalam komite yang dipimpin AHY. Mereka antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BPI Danantara, hingga Kepala Badan Pengelola Investasi BUMN.

Dengan struktur tersebut, AHY akan memimpin koordinasi para pejabat yang memiliki kewenangan besar dalam sektor fiskal, investasi, transportasi, hingga pengelolaan aset negara untuk memastikan keberlanjutan proyek kereta cepat.

Punya Wewenang Atasi Cost Overrun

Tak hanya berganti pimpinan, Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga mendapatkan mandat baru yang sangat strategis. Dalam Perpres terbaru, komite diberi tugas untuk menyepakati dan menetapkan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi kenaikan biaya proyek atau cost overrun.

Komite dapat memutuskan berbagai skema penyelamatan proyek, termasuk perubahan porsi kepemilikan perusahaan patungan, penyesuaian syarat pinjaman, hingga perubahan jumlah pembiayaan yang dibutuhkan.

baca juga

Bahkan, komite juga memiliki kewenangan untuk menentukan bentuk dukungan pemerintah apabila diperlukan guna mengatasi persoalan pendanaan proyek.

Dukungan tersebut dapat berupa usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada konsorsium BUMN yang terlibat maupun pemberian jaminan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan modal proyek.

Kewenangan tersebut membuat Komite Kereta Cepat memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah keberlanjutan proyek strategis nasional bernilai jumbo tersebut.

AHY Kini Kendalikan Koordinasi Kereta Cepat

Perpres Nomor 29 Tahun 2026 juga mengubah ketentuan mengenai koordinasi penyelenggaraan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Jika sebelumnya koordinasi proyek berada di bawah pengawasan Menko Marves yang saat itu dijabat Luhut Binsar Pandjaitan, kini seluruh koordinasi pelaksanaan prasarana dan sarana kereta cepat berada langsung di bawah AHY selaku Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Artinya, AHY tidak hanya memimpin komite, tetapi juga menjadi tokoh sentral dalam pengawasan, koordinasi, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang muncul dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke depan.

Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran kendali proyek strategis tersebut dari era Jokowi ke pemerintahan Prabowo, dengan AHY sebagai figur utama yang dipercaya mengawal kelanjutan proyek transportasi modern terbesar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×