Suara Joglo - Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto menyebut ada dua kasus besar Tahun 2022 yang sampai sekarang belum bisa diungkap dan dituntaskan kepolisian.
Hal itu disampaikannya dalam analisis dan evaluasi (anev) kinerja Tahun 2022. Ia menyebut, dua kasus besar itu yakni Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan Aremania--sebutan untuk suporter Arema FC--itu belum tuntas.
Kasus kedua adalah perampokan rumah kediaman Wali Kota Blitar Santoso yang disertai penyekapan dan kekerasan kepada korban. Sampai sekarang kasus tersebut juga belum bisa dituntaskan.
Toni Harmanto menjelaskan, dua kasus tersebut tergolong menonjol di antara sederet perkara lainnya yang terjadi di sepanjang Tahun 2022. Kasus juga bisa dibilang membutuhkan upaya lebih dari tim.
"Khususnya untuk kasus Kanjuruhan, penyidikan masih berlanjut," kata Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto dalam siaran persnya, Sabtu (31/12/2022).
Untuk Tragedi Kanjuruhan, sampai saat ini penanganan atau peroses hukum kasus tersebut masih belum tuntas betul. Meskipun, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, mereka adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (Dirut PT LIB) Akhmad Hadian Lukita, kemudian Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Abdul Haris.
Kemudian Security Officer Suko Sutrisno, Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor (Polres) Malang Komisaris Polisi Wahyu Setyo, Komandan Kompi III Brigadir Mobil (Brimob) Polda Jatim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hasdarmawan, dan Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.
Namun dari seluruh tersangka itu, hanya lima yang berkasnya dinyatakan lengkap dan bersiap menjalani persidangan. Sementara satu orang, Dirut PT LIB Hadian Lukita malah dibebaskan dari tahanan sebab masa penahanan habis. Di sisi lain berkasnya belum juga lengkap.
Sementara kasus perampokan rumah dinas wali kota Blitar, sampai sekarang juga masih diselidiki. Kasus ini terjadi pada, 12 Desember 2022. Pelaku berjumlah 4 sampai 5 orang masuk rumah dinas wali kota Blitar setelah melumpuhkan penjaga anggota Satpol PP.
Baca Juga: 6 Fakta dan Profil Putri Maulida Rahmani, Selebgram Hafiz Quran yang Tewas Terlindas Truk
Para bandit itu membekap petugas keamanan, termasuk menyekap wali kota dan istrinya. Bahkan disebut-sebut para pelaku juga nyaris menelanjangi istri dari wali kota sebelum menggondol harta mencapai Rp 400 juta di kediaman wali kota.
Sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap. Kasus ini bahkan menjadi catatan Polda Jatim sebagai salah satu kasus terbesar yang belum tuntas ditangani saat ini.
Irjen Pol. Toni memastikan tim Polda Jatim sejak awal menangani penyelidikan perkara ini hingga kini masih belum kembali karena sedang melakukan pengejaran terhadap komplotan pelaku yang buron.
Menurut dia, profiling para pelaku telah dikantongi. Ketika sudah tertangkap, akan terungkap motif dari perampokan tersebut. "Kami mohon doanya. Mudah-mudahan tertangkap malam ini, besok, atau lusa sehingga kami bisa ungkap motifnya," kata Kapolda Toni.