Selain itu, lanjut dia, KA yang melintas harus ditarik dengan lokomotif khusus yang memang memiliki kemampuan untuk melintas dalam kondisi rel yang terendam air.
Ia menambahkan upaya untuk mengurangi genangan air di sekitar area Stasiun Semarang Tawang yang terendam banjir dilakukan sejak Sabtu (31/12).
"Seluruh pompa dan tambahan pompa portabel juga sudah dioperasikan, tapi memang debit hujan yang turun tidak sebanding dengan kondisi saluran pembuangan," katanya.
Banjir yang terjadi, lanjur dia, juga berdampak terhadap jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta.
"PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan terus berupaya untuk menormalkan perjalanan kereta api," katanya.
Ia menuturkan bagi calon penumpang yang membatalkan perjalanannya dipersilakan untuk mengembalikan tiket dengan ganti 100 persen.