Puisi yang dibuat oleh laki-laki kelahiran 1963 tersebut membuat penguasa saat itu gerah dan Wiji Thukul menjadi satu dari sekian banyak aktivis yang diburu pada pengujung dekade 90.
Pada 1998 atau mendekati detik-detik reformasi, Wiji justru hilang diduga diculik yang hingga kini tak ada yang tahu ke mana hilangnya.