Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Dinda Rachmawati

Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)
baca 10 detik
  • Penelitian IJERPH 2026 mengungkapkan kontaminasi bakteri Escherichia coli dalam air minum meningkatkan risiko stunting anak hingga 4,14 kali lipat.
  • Kontaminasi mikrobiologis sering terjadi saat penyimpanan air di rumah, menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi kronis dan menghambat pertumbuhan anak.
  • Selain pertumbuhan fisik, kualitas air yang aman selama kehamilan dan masa kanak-kanak memengaruhi kapasitas kognitif serta masa depan.

Suara.com - Ada satu asumsi yang begitu mengakar di banyak rumah tangga Indonesia: jika air terlihat jernih, maka ia aman diminum. Keyakinan ini terasa sederhana, bahkan logis. 

Namun, sains terbaru justru menunjukkan bahwa kejernihan bisa menjadi ilusi dan di baliknya, tersimpan risiko yang diam-diam memengaruhi masa depan anak.

Temuan tersebut diungkap dalam publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health (IJERPH, 2026). Penelitian yang dilakukan oleh Tria Rosemiarti, Diana Sunardi, dan Netta Meridianti Putri ini menelaah 15 jurnal ilmiah dari berbagai negara dalam rentang 15 tahun. 

Hasilnya konsisten dan cukup mengkhawatirkan: kontaminasi mikrobiologis dalam air minum, terutama oleh bakteri Escherichia coli, terbukti meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali lipat.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada indikator visual untuk menilai kualitas air. Padahal, kontaminasi mikrobiologis tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, dan justru itulah yang paling berbahaya bagi anak,” ungkap Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, dokter Spesialis Gizi di FK UI dan RSCM dalam kajian tersebut.

Penelitian ini juga mengoreksi pemahaman umum tentang sumber kontaminasi. Banyak orang beranggapan bahwa jika sumber airnya bersih, maka air yang dikonsumsi juga aman. 

Namun faktanya, kontaminasi paling sering terjadi di titik penggunaan, yakni ketika air sudah berada di rumah, disimpan dalam wadah, didinginkan, atau dipindahkan ke botol dan alat makan anak. Dalam beberapa studi yang dianalisis, air yang terlihat jernih ternyata mengandung E. coli dalam jumlah signifikan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa akses terhadap air “layak” belum tentu menjamin air yang benar-benar aman untuk diminum. Persepsi masyarakat tentang air bersih perlu diperbarui, karena ancaman justru sering muncul di tahap yang paling dekat dengan konsumsi sehari-hari.

Yang membuat situasi ini semakin kompleks adalah dampaknya yang tidak selalu terlihat secara langsung. Salah satu kontribusi penting dari publikasi ini adalah penjelasan mengenai Environmental Enteric Dysfunction (EED), sebuah gangguan usus kronis akibat paparan kuman dalam jangka panjang. 

baca juga

EED menyebabkan peradangan ringan pada usus, menurunkan kemampuan tubuh menyerap nutrisi, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan anak.

“Anak bisa saja terlihat tidak sakit, tidak diare, tetap makan dengan baik tetapi proses penyerapan nutrisinya terganggu. Inilah yang membuat EED sering tidak terdeteksi, tetapi dampaknya signifikan terhadap pertumbuhan,” jelas dr. Diana.

Fenomena ini menjadi salah satu penjelasan mengapa masih banyak anak mengalami pertumbuhan lambat meski sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup. 

Masalahnya bukan semata pada makanan, tetapi juga pada bagaimana tubuh mampu menyerap nutrisi tersebut dan kualitas air berperan penting dalam proses ini. Lebih jauh lagi, dampak air tidak aman ternyata tidak hanya terbatas pada pertumbuhan fisik. 

Publikasi IJERPH 2026 juga menyoroti kaitannya dengan perkembangan kognitif anak. Dalam beberapa studi jangka panjang, ditemukan bahwa anak usia 9–12 tahun memiliki kemampuan memori dan bahasa yang lebih baik jika ibunya mengonsumsi air yang aman selama masa kehamilan.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas air berpengaruh hingga ke kemampuan belajar, daya ingat, dan adaptasi anak di lingkungan pendidikan. Dengan kata lain, air tidak hanya membentuk tubuh, tetapi juga turut membentuk kapasitas berpikir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR

Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

×