Suara Joglo - Kabar mengejutkan terkait update kasus perampokan disertai kekerasan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso. Salah satu nama orang yang terseret dalam kasus itu ternyata Samanhudi Anwar.
Samanhudi ini merupakan mantan Wali Kota Blitar 2 periode. Ia ditangkap kepolisian sebab diduga terlibat dalam perampokan itu. Ia dituduh menunjukkan kepada para tersangka lain lokasi berangkas di Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
Selain itu, terungkap sejumlah fakta tentang sosok Samanhudi ini. Berikut ini dirangkum dari berbagai sumber:
1. Politisi PDIP dan Jadi Bupati
Samanhudi Anwar dulu dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan. Sebagai politisi, karirnya bisa dibilang moncer. Ia pernah menjabat sebagai wali kota dua periode, tahun 2010-2015 dan 2015-2019.
Sebagai politisi, Ia juga dikenal berkharisma dan tegas. Ini nampak ketika Ia menjabat sebagai wali kota. Sebenarnya banyak gebrakan dibuat Samanhudi ini. Namun kasus korupsi merontokkan deretan prestasinya itu.
Samanhudi Anwar merupakan pemimpin yang kharismatik dan banyak dicintai masyarakatnya. Dia membuat banyak gebrakan yang memihak kepada masyarakat. Salah satunya APBD pro-rakyat.
Saat memerintah, Samanhudi melakukan berbagai terobosan. Seperti gerakan berbagi sepeda untuk siswa. Saat itu, setiap siswa akan mendapatkan satu unit sepeda untuk digunakan sekolah.
2. Ditahan kasus korupsi
Pada 2019, Samanhudi tersandung kasus korupsi yang merontokkan sederet prestasinya itu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Samanhudi sebagai tersangka kasus penerimaan suap terkait izin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar pada 8 Juni 2018 lalu.
Penetapan status ini berawal dari kegiatan operasi tangkap tangan KPK di Blitar pada 6 Juni 2018. Meski KPK telah menetapkan tersangka kepada Samanhudi, dia tidak bisa ditangkap lantaran buron. Selang beberapa hari setelah ditetapkan tersangka, Samanhudi Anwar pun menyerahkan diri ke KPK Jakarta pada malam hari 8 Juni 2018.
Samanhudi Anwar kemudian diputus bersalah dan divonis hukuman 5 tahun penjara. Beberapa bulan lalu, Ia bebas dari penjara dan berjanji bakal balik ke gelanggang politik dan balas dendam.
3. Sempat mau balik ke panggung politik dan balas dendam
Samanhudi sempat membuat pernyataan kontroversial di hari dia pertama kali menginjakkan kaki di rumah sendiri setelah bebas dari hukuman. Dia sempat menyebut kata "balas dendam".
"Saya akan terjun ke politik, karena saya dizalimi oleh politik. Saya akan balas dendam. Kalau partai nanti dulu, akan berlayar. Entah itu tetap atau lainnya," ujarnya beberapa hari setelah bebas dari penjara.