Suara Joglo - Buah durian memang ada banyak jenisnya. Ada durian montong, durian petruk, durian bawor, durian merah khas Banyuwangi, kemudian durian bokor. Nah ada satu lagi di Jawa Timur jenis durian, yakni durian Pasuruan.
Durian khas Pasuruan ini konon memiliki ciri khas khusus yang berbeda dari durian-durian daerah lain. Salah satunya, durian khas Pasuruan memiliki rasa yang mirip dengan susu. Ini seperti dikatakan Jumadi, seorang agen durian di tempatnya lahir.
Menurut dia, selain durian Bali dan Riau, Pasuruan juga mempunyai beberapa jenis durian, diantaranya yakni durian jenis mentega yang mempunyai ciri daging berwarna coklat. Bahkan ada juga durian jenis melati yang dimana biji dari durian berwarna putih seperti melati.
Rasanya pun berbeda-beda, banyak yang bilang kalau durian khas Pasuruan memiliki rasa yang pahit tapi manis, ada juga yang mengatakan rasa durian seperti susu. Sehingga dinamakan durian susu yang juga merupakan durian lokal Pasuruan.
"Kalau durian yang kelas super itu dagingnya tebal, tapi bijinya kecil. Kalau saya sendiri sampai lupa nama-nama duriannya, yang suka beri nama itu ya pengunjung, jadi menirunya," kata bapak tiga orang anak itu dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (16/02/2023).
Tak hanya berjualan, bahkan Jumadi juga memberikan tips bagi para pembeli untuk memilih durian yang matang. Jumadi memberikan tiga tips agar para pembeli tidak tertipu saat membeli durian.
Tips yang pertama, jika ingin membeli durian yang segar dan matang di pohon yakni dengan cara menjilat tangkai bagian ujung durian. Jika terasa manis sudah dipastikan durian tersebut mempunyai rasa daging yang manis pula.
Lalu untuk tips selanjutnya yakni dengan mencium aroma durian, jika aroma durian tersebut menyengat, bisa diartikan durian itu sudah siap dikonsumsi. Namun jika aroma durian tersebut tidak ada bau khas, sudah dipastikan bahwa durian tersebut masih belum matang.
Selanjutnya yakni dengan cara mengetuk kulit durian dengan menggunakan pisau berukuran sedang. Jika durian yang sudah siap dimakan suara kulit durian akan berbunyi nyaring dan seakan tidak ada isinya. Namun jika suara kulit durian berbunyi berat atau padat, durian tersebut masih belum bisa dinikmati.
Baca Juga: Ayah Tiri di Sleman Setubuhi Anaknya Selama Empat Tahun Sejak Duduk di Kelas 3 SD
"Kalau di wilayah timur Pasuruan ini yang terkenal memang Desa Ambalsari, Kemiri, dan Tempuran. Kalau pelanggan beli langsung dirumah jelas lebih murah," ujarnya.
"Kalo yang montong saya jual Rp 75 ribu sampai 150 ribu tergantung beratnya. Kalau yang ukuran sedang saya jual Rp 100 ribu dapat empat durian," katanya sambil menyuguhkan durian dan segelas kopi.