Tiga Pekan Gelombang Tinggi, Warga Pulau Masalembu Sumenep Krisis Bahan Pokok

Suara Joglo Suara.Com
Selasa, 28 Februari 2023 | 17:35 WIB
Tiga Pekan Gelombang Tinggi, Warga Pulau Masalembu Sumenep Krisis Bahan Pokok
Cuaca ekstrem di perairan Pulau Masalembu Sumenep (Beritajatim)

Suara Joglo - Akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang tinggi di perairan Selat Madura dalam beberapa waktu belakangan ini berdampak pada banyak hal.

Gelombang yang tinggi itu membuat kapal-kapal memilih bersandar. Padahal, di kawasan itu, terutama di wilayah kepualau Madura ada banyak pulau-pulau kecil di sana yang masih mengandalkan kapal dan perahu sebagai akses transportasi.

Akibat dari hal itu, warga di Pulau Masalembu terancam mengalami krisis bahan pokok. Sebab selama sepekan ini kapal-kapal atau perahu yang melayani transportasi jasa pengangkut bahan-bahan memilih bersandar di Pelabuhan Kalianget Sumenep. Anggota DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Selasa (28/02/2023).

"Tiga minggu tidak ada kapal pengangkut sembako berdampak signifikan terhadap ketersediaan sembako dan bahan pangan di Pulau Masalembu. Saat ini kondisinya mulai terjadi kelangkaan beras dan bahan pangan lainnya," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Cuaca di Perairan Masalembu saat ini tergolong ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Surabaya, tinggi gelombang di Perairan Masalembu berkisar antara 2,5 – 4 meter, dengan kecepatan angin 24 knot. Kondisi tersebut jelas membahayakan pelayaran. Karena itu, tidak ada satupun kapal yang berangkat.

"Termasuk nelayan juga tidak ada yang melaut. Satu persatu stok sembako hilang di pasaran. Masyarakat yang menjadi korban. Yang terjadi sekarang ini bukan hanya krisis pangan, tapi juga krisis ekonomi. Masyarakat tidak mendapatkan penghasilan karena tidak bisa melaut," ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi kelangkaan bahan pangan di Masalembu akibat cuaca buruk berkepanjangan. Biasanya cuaca akan membaik setelah 1 minggu. Tapi kali ini, cuaca buruk bertahan hingga 3 minggu.

"Sekarang ini warga Pulau Masalembu mulai mengkonsumsi pangan seadanya. Ada yang memanfaatkan singkong, pisang, ada yang jagung. Ya pokoknya hasil dari pertaniannya. Kalau tidak segera ada langkah dari Pemerintah, kondisi di Masslembu akan semakin parah," katanya.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Mengatasi Kecanduan Scrolling Media Sosial, Batasi Aksesnya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI