Pemain naturalisasi yang bermain di kompetisi Liga di Indonesia menjadi sorotan. Pemain tersebut bisa dianggap memiliki kualitas setara dengan pemain asing.
Maka jika pemain naturalisasi berkumpul di satu klub saja, maka menjadi kecemburuan dari peserta kompetisi.
Namun demikian, wacana pembatasan pemain naturalisasi dikabarkan akan disiapkan sebagai salah satu regulasi baru Liga 1 musim depan.
PSSI berencana membatasi setiap klub hanya diperbolehkan mengontrak dua pemain berstatus naturalisasi.
Kabar tersebut pun menuai banyak pro kontra, kendati sejauh ini belum disahkan secara resmi.
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengatakan ide pembatasan pemain naturalisasi merupakan terobosan yang bagus.
Yoyok menilai, adanya pembatasan pemain naturalisasi di setiap klub agar persebaran pemain naturalisasi bisa lebih merata.
"Menurut saya itu bagus, bukan berarti menghalangi pemain naturalisasi main di Liga 1 atau Liga 2, tetapi supaya lebih merata. Supaya pemain naturalisasi tidak hanya ngumpul di klub kaya. Tapi bisa tersebar di semua klub," kata Yoyok Sukawi dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu (12/3/2023).
Selain itu, pemain naturalisasi juga sebenarnya punya fungsi lain. Yaitu transfer ilmu kepada pemain-pemain Indonesia.
Baca Juga: Pak Muh Gugup Jadi Model di Fashion Show, Netizen: Cocok Jadi Model Korea
"Karena pemain naturalisasi itu mereka juga punya tanggung jawab untuk alih ilmu ke anak-anak yang lain," kata Yoyok.
Mantan anggota Exco PSSI ini menyebut, pembatasan pemain naturalisasi juga untuk mengimbangi rencana kompetisi musim depan yang akan menggunakan kuota pemain asing 4 dan 1 pemain asing ASEAN.
"Pembatasan naturalisasi itu menurut saya usulan yang baik untuk mengimbangi bertambahnya kuota pemain asing. Karena dengan adanya wacana penambahan kuota ini, kalau pemain naturalisasi tidak diatur pemain lokal bisa tidak main," kata Yoyok.
Yoyok menegaskan bahwa meski level Liga 1 yang kini klub pesertanya semakin profesional dan mengejar prestasi, fungsi pembinaan tetap harus berjalan.
"Katakanlah lima pemain asing dalam klub ditambah dua pemain naturalisasi, sudah tujuh pemain. Sisa empat masih dikurangi kiper, kan tiga," ujar Yoyok.
"Kalau tidak dibatasi, pemain lokal bisa tidak punya tempat. Karena klub walau Liga 1, kita bicara dia profesional, kejar prestasi tapi fungsi pembinaan tidak boleh dilepas. Itu harus ada, dan menjadi tanggung jawab Liga 1," jelas Yoyok Sukawi.