Aksi pengeroyokan yang menimpa seorang pemuda di kawasan Bumijo, Kota Jogja beberapa waktu lalu viral di media sosial. Berikut sejumlah fakta di balik peristiwa yang ramai disebut klitih tersebut.
Dalam video singkat yang viral di media sosial terlihat seorang pemuda yang mengendarai motor tergeletak di pinggir jalan.
Dalam kondisi tak berdaya pemuda tersebut dikeroyok sejumlah pemuda lainnya. Tak hanya disabet menggunakan sarung, pemuda tersebut juga tampak disambit senjata tajam hingga kondisinya mengenaskan.
Video singkat itu ramai jadi sorotan disebut sebagai tindakan klitih yang selama ini marak terjadi di wilayah Jogja dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan berikut fakta terkait peristiwa tersebut.
Korban luka parah
Aksi pengeroyokan tersebut diketahui terjadi di kawasan Bumijo, Kota Jogja tepatnya di depan Salon Rias Thalita Ayu di Jalan Tentara Rakyat Mataram.
Korban yang berinisial N (15) mengalami luka parah usai dikeroyok menggunakan sarung dan senjata tajam.
Saat ini korban masih dirawat intensif di RSUP Dr Sardjito.
"Akibat penganiayaan ini korban atas nama inisial NH usia 15 tahun mengalami luka kepala. [Korban] dirawat di RSUP Sardjito tapi kondisinya sudah membaik saat ini,” papar Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan dalam keterangannya di di Mapolresta Yogyakarta, Minggu (24/03/2023) malam.
Bermula dari saling mengumpat
Pengeroyokan berawal dari 10 anak kelompok korban dengan menaiki empat sepeda motor berkeliling Kota Yogyakarta. Mereka berencana melakukan perang sarung dengan kelompok lain di kawasan Demak Ijo.
Namun saat lewat Jalan HOS Cokroaminoto, rombongan korban bertemu dengan dua rombongan sepeda motor. Mereka saling mengumpat yang membuat dua rombongan sepeda motor tersebut kemudian putar balik dan mengejar rombongan korban ke utara arah Simpang 3 Jati Kencana.
Di pom bensin tersebut, datang lebih kurang tujuh sepeda motor yang kemudian ikut mengejar rombongan korban. Rombongan korban dikejar kearah barat di Jalan Godean – Demak Ijo – belok kiri Ringroad Barat – Simpang empat Pelem Gurih – belok kiri ke Jalan Wates.
Sesampainya di Jalan Wates wilayah Kalibayem rombongan korban bertemu lima kendaraan bermotor roda dua lainnya. Sehingga rombongan korban dikejar sekitar 14 kendaraan bermotor roda dua.