Merayakan Idul Fitri tak lengkap rasanya jika tidak mengenakan baju baru. Tradisi membeli baju baru ini sudah turun-temurun sejak dulu.
Tradisi ini masih bertahan sampai sekarang dan beberapa mereka sudah menyiapkan baju lebaran jauh-jauh hari. Bahkan beberapa orang rela berdesak-desakan untuk mendapatkan baju lebaran.
Fenomena ini lantas membuat pusat perbelanjaan seperti mall, pasar akan ramai menjelang Idul Fitri.
Namun, melihat fenomena tersebut apakah kalian tahu mengapa lebaran sangat identik dengan baju baru?
Mengapa Idul Fitri Identik dengan Baju Baru
Menurut pandangan Islam berdasarkan sabda Rasulullah SAW, beliau menganjurkan umat muslim untuk mengenakan pakaian terbaiknya di hari lebaran.
"Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan." (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).
Berdasarkan hadist di atas, maka dapat kita uraikan bahwa baju terbaik yang kita kenakan pada saat lebaran tidak harus baru. Mengingat tidak semua umat muslim memiliki cukup uang untuk membeli baru baju lebaran. Maka dari situ, jelas hukum membeli baru baju lebaran adalah sunnah.
Meski demikian, jika memiliki cukup uang pada saat Idul Fitri, Nabi menganjurkan pengikutnya untuk membeli baju baru. Di antara hukum dan anjuran Nabi Muhammad, berikut ini tiga hikmah membeli baru baju lebaran:
1. Membeli baju baru ketika lebaran sebagai ungkapan rasa syukur kita terhadap Allah SWT
2. Sebagai tanda mengagungkan Allah SWT
3. Untuk menyambut malaikat yang hadir di sekeliling manusia ketika momen lebaran tiba.
Menurut catatan sejarah Indonesia, tradisi memakai baju baru saat lebaran tertulis dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Tradisi ini telah dimulai sejak tahun 1569 pada masa kesultanan Banten.
Dahulu, penduduk yang beragama Islam di bawah kepemimpinan raja Banten sibuk mempersiapkan baju baru. Namun pada saat itu, hanya kalangan kerajaan yang dapat membeli baju baru untuk perayaan Idul Fitri. Sedangkan masyarakat biasa hanya bisa membuatnya sendiri. Hal serupa juga ditemui di Kerajaan Mataram baru, Yogyakarta.
Kebiasaan ini membeli baju baru saat lebaran ini lantas masih terjadi hingga sekarang, kalau kamu tahun ini beli baju baru untuk lebaran?