Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
Ilustrasi. PT Krakatau Osaka Steel (KOS), dipastikan bangkrut dan menghentikan seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026. Foto ist
  • Operasional berhenti total Juni 2026 akibat rugi sejak 2022.
  • Baja murah impor hancurkan daya saing industri dalam negeri.
  • Upaya pemerintah gagal bendung tekanan global dan lesunya konstruksi.

Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti sektor manufaktur Tanah Air. Raksasa industri baja, PT Krakatau Osaka Steel (KOS), dipastikan bangkrut dan menghentikan seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026. Penutupan ini menjadi sinyal merah betapa rapuhnya perlindungan pemerintah terhadap industri strategis nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui bahwa hengkangnya investasi patungan Jepang-Indonesia ini disebabkan oleh tekanan hebat dari faktor global maupun domestik yang gagal dibendung. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menderita kerugian beruntun sejak tahun 2022.

"Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak," ujar Febri dalam keterangan resminya dikutip Rabu (6/5/2026).

Penutupan pabrik ini bukan tanpa sebab. Kemenperin mengakui bahwa salah satu pemicu utama adalah derasnya arus impor baja murah, terutama dari Tiongkok, yang membanjiri pasar domestik. Produk impor tersebut menghantam daya saing produsen lokal karena harga yang jauh lebih kompetitif akibat subsidi dan skala produksi yang masif di negara asalnya.

Ironisnya, meski pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai upaya seperti kebijakan larangan terbatas (lartas) hingga penerapan SNI wajib, kenyataannya kebijakan tersebut tumpul di lapangan. Baja lokal tetap kalah bersaing, dan PT KOS menjadi korban nyata dari ketidakmampuan regulasi meredam gempuran produk asing.

Selain masalah impor, lesunya sektor konstruksi di dalam negeri semakin memperparah keadaan. Penurunan permintaan baja konstruksi domestik membuat stok menumpuk, sementara biaya operasional terus mencekik.

Kemenperin berdalih bahwa situasi ini diperberat oleh oversupply baja global. Namun, pengakuan pemerintah bahwa upaya yang selama ini dilakukan "belum sepenuhnya mampu meredam tekanan" seolah menjadi pengakuan dosa atas ketidaksiapan dalam menjaga keberlangsungan industri baja nasional.

Kini, setelah pabrik dipastikan tutup dan ratusan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian, Kemenperin baru berencana melakukan "kajian komprehensif". Langkah yang dinilai sangat terlambat bagi PT Krakatau Osaka Steel yang sudah kadung "mati" di tanah sendiri.

"Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif," pungkas Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

5 Pilihan Mesin Cuci Mini dan Pengering yang Cocok untuk Anak Kos, Ringkas serta Hemat Listrik

5 Pilihan Mesin Cuci Mini dan Pengering yang Cocok untuk Anak Kos, Ringkas serta Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB