Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
Ilustrasi. PT Krakatau Osaka Steel (KOS), dipastikan bangkrut dan menghentikan seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026. Foto ist
baca 10 detik
  • Operasional berhenti total Juni 2026 akibat rugi sejak 2022.
  • Baja murah impor hancurkan daya saing industri dalam negeri.
  • Upaya pemerintah gagal bendung tekanan global dan lesunya konstruksi.

Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti sektor manufaktur Tanah Air. Raksasa industri baja, PT Krakatau Osaka Steel (KOS), dipastikan bangkrut dan menghentikan seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026. Penutupan ini menjadi sinyal merah betapa rapuhnya perlindungan pemerintah terhadap industri strategis nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui bahwa hengkangnya investasi patungan Jepang-Indonesia ini disebabkan oleh tekanan hebat dari faktor global maupun domestik yang gagal dibendung. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menderita kerugian beruntun sejak tahun 2022.

"Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak," ujar Febri dalam keterangan resminya dikutip Rabu (6/5/2026).

Penutupan pabrik ini bukan tanpa sebab. Kemenperin mengakui bahwa salah satu pemicu utama adalah derasnya arus impor baja murah, terutama dari Tiongkok, yang membanjiri pasar domestik. Produk impor tersebut menghantam daya saing produsen lokal karena harga yang jauh lebih kompetitif akibat subsidi dan skala produksi yang masif di negara asalnya.

Ironisnya, meski pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai upaya seperti kebijakan larangan terbatas (lartas) hingga penerapan SNI wajib, kenyataannya kebijakan tersebut tumpul di lapangan. Baja lokal tetap kalah bersaing, dan PT KOS menjadi korban nyata dari ketidakmampuan regulasi meredam gempuran produk asing.

Selain masalah impor, lesunya sektor konstruksi di dalam negeri semakin memperparah keadaan. Penurunan permintaan baja konstruksi domestik membuat stok menumpuk, sementara biaya operasional terus mencekik.

Kemenperin berdalih bahwa situasi ini diperberat oleh oversupply baja global. Namun, pengakuan pemerintah bahwa upaya yang selama ini dilakukan "belum sepenuhnya mampu meredam tekanan" seolah menjadi pengakuan dosa atas ketidaksiapan dalam menjaga keberlangsungan industri baja nasional.

Kini, setelah pabrik dipastikan tutup dan ratusan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian, Kemenperin baru berencana melakukan "kajian komprehensif". Langkah yang dinilai sangat terlambat bagi PT Krakatau Osaka Steel yang sudah kadung "mati" di tanah sendiri.

"Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif," pungkas Febri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

5 Pilihan Mesin Cuci Mini dan Pengering yang Cocok untuk Anak Kos, Ringkas serta Hemat Listrik

5 Pilihan Mesin Cuci Mini dan Pengering yang Cocok untuk Anak Kos, Ringkas serta Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×