Sudah menjadi tradisi anak kecil atau bocil mendapat THR saat perayaan hari Idul Fitri atau lebaran.
THR atau yang biasa disebut fitrah itu biasanya didapatkan dari kakek nenek, orang tua, paman atau bibi, maupun saudara yang lebih tua.
Jumlah THR yang dimiliki sang anak terkadang jumlahnya cukup banyak.
Meski demikian, bukan hal yang aneh THR itu kadang diminta orang tuanya dengan dalih disimpan agar tidak cepat habis.
Namun kemudian uang THR yang didapat sang anak justru digunakan oleh orang tuanya. Bahkan sang anak tidak merasakan penggunaan uang THR itu karena sudah dihabiskan oleh orang tuanya.
Sekan penasaran dengan tingkah polah orang tua tersebut, akun Instagram @ndorobei.official mengunggah video wawancara dengan judul 'Pengakuan Sindikat Ibu Pengembat THR Bocil' yang dilansir Suara Joglo, Senin (24/4/2023).
Dalam video itu, ibu-ibu yang disamarkan wajah dan suaranya itu disebut Ibu Mawar (37) berasal dari Tangerang Selatan.
Awalnya, sang ibu menceritakan anaknya yang mendapat THR dalam jumlah besar dari saudara-saudaranya saat lebaran.
"Awalnya biasa aja namanya anak dikasih angpao dari uwak, itukan titip ke mamanya. Lama-lama diitung kok jadi banyak, dari awalnya Rp 25 ribu, Rp 50 ribu dikumpulin jadi Rp 400 ribu," cerita narasumber tersebut.
Namun yang mengejutkan, sang narasumber itu mengaku tak memberikan THR sang anak dan juga mengaku tidak pernah dititipkan.
"Ya saya pakai buat beli indomie, minyak, sayur-mayur lah. Pokomnya nggak dikasih aja ke anak," tambahnya.
Sontak saja, unggahan itu membuat suara netizen terbelah atas apa yang dilakukan sang narasumber tersebut.
"Gak boleh ya kayak gini... Bagaimana pun itu uang nya si anak," tulis @pang****.
"Anaknya korban investasi bodong," tambah @yudha***.
"Kejadian biasanya pas lebaran dan tahun baru imlek," timpal @edrward****.