Dukung mendukung capres jelang Pemilu 2024 hingga kini masih terus berlangsung cair. Belum lama ini dikabarkan sejumlah kader PAN mengamuk hingga bakar kantor DPW usai partai tersebut mendukung Anies Baswedan.
Menjelang perhelatan Pemilu 2024, sejumlah partai politik terus menghimpun dukungan untuk menguatkan capres yang diusung.
Sementara ini terdapat tiga poros utama yang mengusung capres, yakni PDI Perjuangan dengan Ganjar Pranowo, Gerindra dengan Prabowo Subianto serta NasDem dengan Anies Baswedan.
Di tengah upaya membangun koalisi yang dihimpun sejumlah partai, mencuat kabar kurang sedap dari PAN. Sejumlah kader mengamuk hingga membakar kantor DPW lantaran keputusan partai yang mendukung Anies Baswedan.
Kabar itu salah satunya dibagikan kanal Youtube Teropong Istana.
Benarkah?
Channel YouTube tersebut mengunggah video dengan klaim kader Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan aksi pembakaran dan penyegelan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) karena dukungan partai terhadap Anies Baswedan.
Video yang telah dilihat 4,5 ribu kali itu, menampilkan thumbnail suasana pembakaran atribut partai yang diklaim terjadi di depan kantor DPW PAN.
Tapi seperti dikutip dari Turnbackhoax.id, faktanya, klaim tersebut salah. Tidak ada informasi mengenai aksi protes yang dilakukan Kader PAN hingga pembakaran atribut. Foto pada thumbnail justru berbeda dengan klaim yang disebutkan.
Berdasarkan pencarian Google Image, foto asli pada thumbnail merupakan foto aksi protes simpatisan Partai Demokrat pada Januari 2022 karena kecewa dengan keputusan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memilih Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Demokrat NTT. Foto tersebut didapat dari artikel tribunews.com dengan judul “Bakar Atribut Partai Demokrat di Riau, Agung Sebut Pelakunya Banyak Bukan Kader, Lantas Siapa?.”
Kesimpulan
Berdasar penelusuran tersebut dapat disimpulkan bahwa unggahan kanal Youtube tersebut adalah salah. Judul, gambar, video yang ditampilkan tidak sesuai. Unggahan ini masuk dalam kategori konten dengan koneksi yang salah.
Kemudian informasi yang dibagikan juga tidak benar. Aksi pembakaran bukan terkait Anies Baswedan, melainkan aksi protes yang dilakukan simpatisan Partai Demokrat terkait masalah internal partai pada Januari 2022 lalu.