Kontroversi Ponpes Al-Zaytun, Tawaf Haji Diganti Keliling Pondok

Suara Joglo

Sabtu, 24 Juni 2023 | 11:58 WIB
Kontroversi Ponpes Al-Zaytun, Tawaf Haji Diganti Keliling Pondok
Aktivitas di Ponpes Al Zaytun (Instagram/@alzaytun_indonesia)

Ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menuai kontroversi terkait beberapa ajarannya yang diaganggap menyimpang. 

Mantan pengurus Ponpes Al Zaytun yang juga pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan belum lama ini membeberkan beberapa ajaran pondok yang dianggap nyeleneh. 

Pesantren pimpinan Panji Gumilang terafiliasi dengan NII (Negara Islam Indonesia) dan juga menyimpang.

"Di sana (Ponpes Al Zaytun) itu ada dua struktur. Pertama, strukturt teritorial itu yang berbentuk negara, walaupun negara bayangan. Jadi (ada) RT, RW, lurah, camat, gubernur sampai presiden NII. Presiden NII sama dengan pimpinan Al Zaytun, yaitu Panji Gumilang," ujarnya dalam Program Catatan Demokrasi TvOne, dikutip Jumat (23/6/2023).

"Ada (struktur) fungsional, yang dia jadikan kedok untuk menipu masyarakat Indonesia," lanjutnya. 

Dia juga menyampaikan bahwa ada beberapa orang tua santri yang didekati dan direkrut jadi anggota NTT. 

"Dan perlu diketahui, di Al Zaytun itu, 80 persen santri yang orang tuanya anggota NII. 20 persen (lagi) korban NII, jadi ketika ditanya masalah NII dia enggak tahu. Tapi suatu saat biasanya setelah lulus akan didekati dan direkrut (jadi anggota NII)," ungkapnya. 

Selain hubungan dengan NII, Ponpes Al-Zaytun juga disebut-sebut melakukan ajaran menyimpang dengan mengubah Rukun Islam. Pertama, terkait syahadat yang dikaitkan dengan negara Islam.  

Bukan tanpa alasan, karena hukum di Indonesia dinilai masih jahiliyah, peninggalan Belanda. Jadi, harus diganti.  

baca juga

"Ajaran sesatnya dia telah mengubah rukun Islam. Syahadat-nya bukan tiada Tuhan selain Allah, tapi tiada negara kecuali negara Islam. Barang siapa bernegara selain negara Islam, maka dia kafir," kata Ken.

Mereka meyakini bahwa Panji Gumilang nabi baru setelah Nabi Muhammad. 

"Dan wa asyhaduanna muhammadar rasulullah, dan siapa saja yang menyampaikan risalah agama, karena rasul berasal dari kata risalah, layak disebut sebagai seorang nabi. Jadi dulu kami meyakini Panji Gumilang nabi baru setelah Nabi Muhammad," tambahnya. 

Dia juga mengungkapkan ada beberapa ajaran yang tidak sama soal salat. Karena Indonesia masih jahiliyah dan belum menegakkan hukum Islam, maka tidak diwajibkan salat. 

"Ini bukan dilarang ya, tapi belum diwajibkan. Salat suka-suka dia. Karena mereka (santri) dididik jadi negarawan, salatnya dilarang memakai sarung. Salatnya pakai celana, dasi, jas," tutur Ken.

Sementara itu, terkait puasa dan zakat juga diubah. Zakat tak lagi memakai beras, namun menggantinya dengan kurma. Pun dengan puasa yang tak harus dilakukan pada Bulan Ramadan. 

Terakhir, soal haji yang tidak harus ke Mekkah. Melainkan bisa dilakukan di Ponpes Al Zaytun setahun sekali setiap 1 Muharram.

"Ibadah haji menurut NII itu tidak perlu ke Mekkah. Cukup datang ke Al Zaytun setahun sekali setiap 1 Muharram, (juga) diartikan sebagai perkumpulan para pejabat," katanya. 

Ketika 1 Muharam, Ponpes Al-Zaytun akan kedatangan banyak orang untuk melakukan ritual haji. 

Penyimpangan lainnya, yakni soal lempar jumar. Bukan kerikil seperti yang digunakan di Mekkah, tetapi diganti dengan bahan bangunan yang dikonversi dalam bentuk uang.

"Jika di Mekah umumnya melempar jumrah adalah melempar dengan kerikil. Di Ponpes Al Zaytun para jamaah diminta untuk melempar 'semen' dalam bentuk uang," ungkapnya.

"Jadi setiap orang yang datang ke sana dari rombongan wilayah mana nanti di akhir session sambutan Panji Gumilang katanya, ini ada ritual melempar jumrah, misalnya dari Jakarta ada Rp 1 miliar."

Tawaf juga cukup dilakukan dengan mengelilingi Ponpes Al Zaytun yang luasnya 1.200 hektare. "Kita bukan keliling Ka'bah, tapi keliling pesantren yang luasnya 1.200 hektare. Kita bertakbir 'Allahu Akbar', inilah Islam, besar, megah, lengkap fasilitasnya," tuturnya. 

"Jadi tawaf itu mengakbarkan Al Zaytun dengan segala kelengkapan fasilitasnya. Saya rasa semua orang yang ke sana mengucap Subhanallah, besar sekali, luas sekali (Ponpes Al Zaytun)," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kerap Nyeleneh, Panji Gumilang Diduga Idap Sindrom Megalomania, Apa Itu?

Kerap Nyeleneh, Panji Gumilang Diduga Idap Sindrom Megalomania, Apa Itu?

News | Sabtu, 24 Juni 2023 | 11:36 WIB

Teka-Teki Pak Kumis dan 3 Elite Bekingan Ponpes Al Zaytun, Siapa Sebenarnya?

Teka-Teki Pak Kumis dan 3 Elite Bekingan Ponpes Al Zaytun, Siapa Sebenarnya?

News | Sabtu, 24 Juni 2023 | 09:58 WIB

Fakta Panji Gumilang Diperiksa: Nyeletuk Shalom Aleichem, Dicecar, Bungkam

Fakta Panji Gumilang Diperiksa: Nyeletuk Shalom Aleichem, Dicecar, Bungkam

News | Sabtu, 24 Juni 2023 | 09:22 WIB

Terkini

Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta

Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta

Bekaci | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:52 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban

Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:40 WIB

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:36 WIB

4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas

4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:35 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB