Idul Adha yang jatuh setiap 10 Dzulhijjah setiap tahunnya merupakan hari raya penting untuk umat Muslim. Hari raya ini juga dikenal dengan Hari Raya Qurban karena identik dengan menyembelih hewan seperti kambing atau sapi.
Namun, bukan hanya sekedar perayaan, Idul Adha juga menyimpan makna budaya dan sejarah tersendiri bagi semua umat Islam.
Berikut makna Idul Adha yang penting untuk kamu ketahui:
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Kisah Idul Adha memiliki tempat khusus di hati semua orang. Penuh dengan kebijaksanaan dan simbolisme, di dalamnya terdapat kisah tentang Nabi Ibrahim yang berulang kali bermimpi tentang dirinya sendiri, yang menyembelih putranya, Ismail yang saat itu berusia 13 tahun.
Dia menganggap ini sebagai tanda bahwa Allah SWT memintanya untuk membuktikan imannya dengan menunjukkan kesediaannya mengorbankan hal yang paling berharga baginya yaitu nyawa putranya.
Nabi Ibrahim pun berbagi mimpinya dengan putranya, yang lahir setelah ia banyak berdoa kepada Allah SWT untuk memiliki keturunan, terlebih usianya sudah cukup tua saat itu. Tak disangka, Ismail menyatakan kesediaannya untuk dikorbankan, demi membuktikan kepercayaannya kepada Allah SWT.
Ismail justru melihat hal ini sebagai kehormatan tertinggi. Ibrahim membawa putranya ke puncak Gunung Arafah untuk tunduk pada kehendak Allah SWT. Seketika, Malaikat Jibril menggantinya dengan seekor domba jantan atau domba dari surga untuk dikorbankan menggantikan putranya.
Proses penyembelihan yang simbolik
Baca Juga: LE SSERAFIM Siap Gelar Tur Konser FLAME RISES di Jakarta Bulan Oktober
Sebelum domba disembelih saat Idul Adha, ada doa khusus serta membaca Bismillahirohmanirohim yang dibacakan untuk memberkati pengorbanan. Juga hewan kurban yang akan disembelih juga harus dalam kondisi kesehatan prima untuk memastikan bahwa daging yang didistribusikan memiliki kualitas setinggi mungkin.
Proses penyembelihan pun harus dilakukan dengan cara yang halal, yang mencakup pemutusan urat leher dan arteri karotis hewan tersebut.
Makna Berbagi
Arti berbagi pada sesama selama Idul Adha begitu mendalam. Umat Islam yang beruntung dan melakukan qurban membagikan daging untuk mereka yang kurang beruntung.
Pembagian daging dibagi dengan aturan sepertiga, di mana sepertiga untuk si pemilik hewan kurban, sepertiga lainnya diberikan kepada keluarga dan tetangga dan sepertiga terakhir diberikan kepada orang kurang beruntung lainnya.
Idul Adha dan Haji