Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan

Vania Rossa

Sabtu, 25 April 2026 | 23:30 WIB
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
Ilustrasi material ramah lingkungan. (dok. Propan)
baca 10 detik
  • Pameran ARCH:ID 2026 di ICE BSD pada April 2026 fokus mempromosikan standar baru material konstruksi ramah lingkungan.
  • Inovasi pelapis berbasis air menjadi solusi utama untuk mengurangi emisi volatil serta meningkatkan kualitas udara ruang.
  • Industri konstruksi memperkuat kolaborasi untuk mengadopsi material berkelanjutan demi menciptakan hunian yang lebih sehat dan aman.

Suara.com - Arah baru dunia arsitektur semakin jelas: keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan standar. Pada 2026, penggunaan material eco-friendly mulai menjadi fondasi dalam perancangan bangunan, seiring meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari sektor konstruksi.

Hal ini terlihat dalam gelaran ARCH:ID 2026 yang berlangsung pada 23–26 April di ICE BSD. Pameran arsitektur terbesar di Indonesia ini mempertemukan arsitek, desainer interior, hingga pelaku industri kreatif untuk mengeksplorasi inovasi terbaru—dengan isu material ramah lingkungan sebagai salah satu fokus utama.

Salah satu pendekatan yang semakin menonjol adalah penggunaan teknologi pelapis berbasis air (water-based coating). Dibandingkan produk berbahan solvent, material ini dinilai lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan karena memiliki kandungan emisi volatil (VOC) yang lebih rendah. Dampaknya tidak hanya pada pengurangan polusi, tetapi juga peningkatan kualitas udara dalam ruang.

Transformasi ini menunjukkan bahwa industri material konstruksi tengah bergerak menuju solusi yang lebih bertanggung jawab tanpa mengorbankan performa. Berbagai produk pelapis kini dirancang untuk tetap memberikan daya tahan tinggi, sekaligus mendukung standar bangunan hijau yang semakin ketat.

Di tengah perubahan ini, pelaku industri juga mulai aktif mengedukasi pasar mengenai pentingnya beralih ke material yang lebih berkelanjutan. Salah satunya melalui kampanye penggunaan produk water-based sebagai solusi masa depan dalam dunia konstruksi dan desain.

CEO Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, menilai bahwa perubahan preferensi ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan akan ruang hidup yang lebih sehat.

“Kami melihat kebutuhan akan material yang lebih sehat dan ramah lingkungan semakin meningkat. Water-based coating menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.

Partisipasi dalam ARCH:ID 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri dan pelaku kreatif dalam mendorong adopsi material eco-friendly secara lebih luas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi menuju arsitektur berkelanjutan.

Dengan semakin banyaknya inovasi dan meningkatnya kesadaran pasar, penggunaan material ramah lingkungan kini bukan lagi alternatif. Ia telah menjadi bagian dari standar baru dalam membangun—mengarah pada masa depan arsitektur yang lebih hijau, sehat, dan bertanggung jawab.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Apa Itu Greenwashing: Mengapa Ini Marak dan Menyesatkan?

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

Kembali Digelar, ARCH:ID 2026 Angkat Arsitektur sebagai Ekosistem Kolaboratif

Kembali Digelar, ARCH:ID 2026 Angkat Arsitektur sebagai Ekosistem Kolaboratif

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 22:10 WIB

Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global

Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

×