Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe harus menandatangani kontrak baru jika dia ingin bertahan di klub. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh presiden klub PSG, Nasser Al-Khelaifi.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, jika Mbappe mengirim surat ke PSG bulan lalu dan menyatakan dia tidak berniat untuk memperpanjang kontraknya.
Kontrak Mbappe sendiri di PSG akan berakhir pada 2024, tahun depan, dengan begitu bintang Prancis itu bisa pergi secara gratis musim panas mendatang . Hal tersebut menjadi situasi yang sangat ingin dihindari oleh Al-Khelaifi.
Kendati demikian, PSG menghadapi dilema besar karena membiarkan Mbappe menghabiskan 12 bulan terakhir dari kontraknya dan tidak memperoleh kembali €180 juta (setara Rp2,9 triliun) yang mereka keluarkan untuk momboyongnya dari Monaco pada 2017.
"Posisi saya sangat jelas. Saya tidak ingin mengulanginya setiap saat: jika Kylian ingin bertahan, kami ingin dia bertahan. Tapi dia perlu menandatangani kontrak baru," kata Al-Khelaifi kepada wartawan dilansir dari Skysports (7/7/2023).
"Kami tidak ingin kehilangan pemain terbaik dunia secara cuma-cuma. Kami tidak bisa melakukan itu. Ini adalah klub Prancis," imbuhnya.
"Dia bilang dia tidak akan pernah pergi secara gratis. Jika dia berubah pikiran hari ini, itu bukan salah saya. Kami tidak ingin kehilangan pemain terbaik di dunia secara gratis, itu sangat jelas," pungkasnya.
Musim lalu, Mbappe telah mengakhiri musim dengan status pencetak gol terbanyak Ligue 1. Hal ini menjadi catatan kelima berturut-turut pemain berusia 24 tahun ini menjadi top skor.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku jika dirinya tidak memiliki pengaruh besar dalam pilihan karir Mbappe meski orang nomor satu di Prancis itu sempat mengatakan jika ingin mendorong penyerang muda potensial tetap tingga di ibu kota negara.