Narasi tahunan terkait persoalan kudeta Gus Dur oleh Muhaimin Iskandar pada PKB kini semakin kencang beredar bersamaan dengan pendeklarasian dirinya sebagai pasangan Cawapres 2024 dari Anies Baswedan.
Namun, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin itu menyebutkan bahwa tudingan dirinya mengkhianati Gusdur itu tidak sesuai dengan kenyataan.
“Tuduhan saya berkhianat itu sama sekali tidak beralasan. Bahkan, ada yang bilang saya kudeta. Yang benar adalah bahwa justru saya dikudeta. Dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gusdur memberhentikan saya,” ujar Cak Imin.
Lanataran hal itu, Muhaimin Iskandar mengaku Ikhlas berhenti tanpa memprotes keputusan Gusdur tersebut.
“Saya non-aktif. Bahkan, hampir satu tahun, saya menyatakan terima atas pemberhentian Gusdur. Satu-satunya Ketua Umum yang dipecat Gusdur tidak melawan, hanya saya,” tuturnya.
Tak hanya itu, Cak Imin juga mengaku telah diminta Gusdur untuk menandatangani surat pengunduran diri. Namun, surat tersebut masih disimpan oleh Cak Imin dan belum sempat diminta oleh Gusdur.
“Saya kasih kepada Gusdur, apa yang terjadi? ’Surat saya terima Min, tapi tolong kamu sendiri yang simpen, nanti kamu keluarkan kalau saya benar-benar membutuhkan. Sampai hari ini tidak pernah diminta Gusdur surat itu ada sama saya,” lanjutnya.
“Jadi, jangan dibalik-balik, saya mengkudeta Gusdur. Saya yang dikudeta, tetapi saya terima,” lanjutnya.