Deretan Fakta Sejara G30S PKI yang Tidak Banyak Orang Ketahui

Suara Joglo

Senin, 11 September 2023 | 20:04 WIB
Deretan Fakta Sejara G30S PKI yang Tidak Banyak Orang Ketahui
Tampak Presiden Soekarno sedang berbincang dengan Soeharto dan satu orang lainnya. (himasfpipsupi.wordpress.com)

Suara Joglo - Kejadian tragis yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S), yang diprakarsai oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), adalah suatu peristiwa yang mendalam dalam sejarah Indonesia.

Peristiwa ini mengakibatkan tujuh korban tewas, dengan enam di antaranya adalah jenderal dan satu lagi seorang perwira TNI Angkatan Darat.

Ketujuh korban G30S/PKI ini diculik dan dibunuh dalam satu malam, yaitu dari tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965, kemudian mayat mereka dibuang ke sebuah sumur yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Namun, di balik peristiwa tragis ini, ada beberapa fakta terkait G30S/PKI yang sebenarnya perlu dipertimbangkan:

Terjadinya Akibat Konflik Internal Angkatan Darat

Menurut Cornell Paper (1971) yang ditulis oleh sejarawan Benedict ROG Anderson dan Ruth McVey dari Cornell University, peristiwa G30S/PKI terjadi akibat konflik internal dalam Angkatan Darat. Beberapa perwira Angkatan Darat berkolaborasi dengan anggota Biro Khusus PKI dan terlibat dalam aksi G30S/PKI. 

Sejarawan Harold Crouch dalam "Army and Politics in Indonesia" (1978) juga mencatat adanya perpecahan dalam Staf Umum Angkatan Darat (SUAD). Akibatnya, Angkatan Darat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu faksi tengah yang dipimpin oleh Letjen TNI Ahmad Yani dan faksi kanan yang melibatkan Jenderal TNI A.H. Nasution serta Mayjen TNI Soeharto. Oleh karena itu, G30S/PKI dilakukan oleh faksi kanan untuk menyerang faksi tengah dan merebut kekuasaan dari Soekarno.

Terlibatnya Pelaku Lain Selain PKI

Selama ini, masyarakat Indonesia umumnya percaya bahwa Gerakan 30 September hanya dilakukan oleh PKI. Namun, fakta menunjukkan bahwa ada oknum-oknum lain yang terlibat dalam peristiwa ini, termasuk Central Intelligence Agency (CIA).

baca juga

Dale Scott dan Geoffrey Robinson, akademisi kajian sejarah, mengungkapkan bahwa CIA adalah agen dari Amerika Serikat yang bekerjasama dengan Angkatan Darat untuk merencanakan kudeta terhadap pemerintahan orde lama yang dipimpin oleh Soekarno.

Keterlibatan Presiden Soekarno

Salah satu fakta mencengangkan terkait G30S/PKI adalah keterlibatan Presiden Soekarno dalam peristiwa ini. Menurut buku berjudul "The Devious Dalang: Sukarno and So Called Untung Putsch: Eyewitness Report" karya Bambang S. Widjanarko (1974), sekitar bulan September 1965, muncul isu bahwa beberapa petinggi Angkatan Darat tidak puas dengan Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya.

Soekarno kemudian memerintahkan Letkol Untung, Komandan Batalyon 1 Cakrabirawa, untuk menangkap mereka tanpa membunuh. Namun, saat operasi penangkapan dilakukan, beberapa oknum yang emosional justru membunuh para jenderal.

Pengetahuan Soeharto tentang Rencana G30S/PKI

Dalam "Pledoi Kolonel A. Latief: Soeharto Terlibat G30S" (1999), disebutkan bahwa Kolonel Abdul Latief, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri I Jaya Sakti Komando Daerah Militer V, memberi tahu Soeharto tentang rencana G30S/PKI.

Pada tanggal 28 September 1965, dua hari sebelum G30S/PKI, Latief mengunjungi Soeharto dan memberitahunya tentang rencana kudeta Dewan Jenderal yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 1965. Empat jam sebelum G30S/PKI dilakukan, Latief kembali melaporkan operasi ini kepada Soeharto.

Namun, Soeharto tidak menghalangi atau memberi tahu Ahmad Yani atau A.H. Nasution untuk mencegah operasi tersebut, sehingga G30S/PKI dianggap sebagai langkah perlahan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ulasan Film Istirahatlah Kata-kata: Kisah Perjuangan Widji Tukul Jelang Reformasi 1998

Ulasan Film Istirahatlah Kata-kata: Kisah Perjuangan Widji Tukul Jelang Reformasi 1998

Your Say | Sabtu, 05 Februari 2022 | 16:48 WIB

Suara Tembakan di Pagelaran Wayang, Kesaksian Warga Saat PKI Dieksekusi di Cilacap

Suara Tembakan di Pagelaran Wayang, Kesaksian Warga Saat PKI Dieksekusi di Cilacap

Video | Kamis, 30 September 2021 | 20:25 WIB

Dor! Dor! Suara Tembakan Terdengar Saat Satimin Melihat Wayang, PKI Dieksekusi di Cilacap

Dor! Dor! Suara Tembakan Terdengar Saat Satimin Melihat Wayang, PKI Dieksekusi di Cilacap

Jawa Tengah | Kamis, 30 September 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:45 WIB

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32 WIB

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:25 WIB

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:02 WIB

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Kalbar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:33 WIB

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:22 WIB

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak

Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:05 WIB